LANGIT7.ID - , Jakarta -
Komet hijau atau C/2023 R3 ZTF (Zwicky Transient Facility) akan menghiasi langit pada 2 Februari 2023, pada jarak 42,4 juta KM dari Bumi. Fenomena ini terbilang langka karena komet hanya melintas satu kali dalam seumur hidup.
Menurut Peneliti Pusat Antariksa Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Andi Pangerang mengatakan
komet ini memiliki orbit berbentuk hiperbola.
Baca juga: Fenomena Astronomi Sepanjang 2023: Gerhana Bulan dan Matahari"Orbit hiperbola merupakan orbit yang memiliki nilai kelonjongan atau eksentrisitas lebih besar dari satu, sehingga membentuk kurva terbuka di kedua titik fokusnya," tulis LAPAN, di akun Instagram @lapan_ri, Jumat (13/1/2023).
Komet C/2023 R3 ZTF tidak dapat ditentukan periodenya karena orbit hiperbola itu. Bandingkan dengan orbit parabola yang kelonjongannya tepat bernilai satu maupun orbit elips antara 0 hingga 1.
Komet ini akan melintas dekat bumi pada 2 Februari 2023, pukul 00.32 WIB/01.32 WIB/02.32 WIB. Saat melintas, komet ini bisa disaksikan di seluruh Indonesia sejak 1 Februari 2023 pukul 18.30 sesuai zona waktu, dari arah utara dekat konstelasi Camelopardalis.
Pada wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, komet ini mencapai titik tertingginya pukul 21.53 WIB dengan ketinggian 11,9 derajat. Saat mencapai titik terdekat, komet ini terlihat di arah utara dengan ketinggian 7,4 derajat.
Baca juga: Fenomena Astronomi di Penghujung 2022: Mars Berdekatan dengan BumiSementara untuk wilayah Indonesia Timur, komet akan terbenam saat mencapai titik terdekat dengan bumi. Istimewanya, komet C/2023 R3 ZTF dapat diamati tanpa alat bantu optik.
Masyarakat hanya cukup mencari tempat bebas dari polusi cahaya, dan gedung tinggi dan memastikan kondisi cuaca cerah.
(est)