LANGIT7.ID, JAKARTA - Sebagai umat muslim kita harus menahan ego dalam diri sendiri. Karena sifat egois kerap kali menyinggung hati orang lain lantaran sifat tersebut mendorong seseorang merasa bahwa dirinyalah yang paling benar.
Biasanya, orang dengan sifat seperti ini kurang disukai oleh orang-orang di lingkungan sekitarnya. Padahal kita tahu bahwasanya manusia tidak ada yang sempurna dan tempatnya salah.
Keegoisan yang tinggi dapat membuat seseorang cenderung berusaha melindungi keinginan dan minatnya sendiri. Tanpa mempertimbangkan hal-hal lain yang memiliki kemungkinan merugikan orang lain.
Baca Juga: Keutamaan dan Cara Salat IstikharahSejatinya, Allah SWT melarang seseorang dengan sifat demikian. Sebagaimana firman-Nya dalam surat Luqman ayat 18:
وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِى الْاَرْضِ مَرَحًاۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُوْرٍۚ
Artinya: Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.
Mengalahkan Sifat EgoisPendakwah milenial Ustaz Hanan Attaki mengatakan, sifat egois biasanya lekat kaitannya dengan gengsi, seperti enggan meminta maaf ataupun memaafkan.
Sebab itu, lanjut dia, gengsi tersebut harus dikesampingkan dan lebih mengutamakan menjaga tali persaudaraan, baik kepada teman, saudara ataupun anggota keluarga.
"Kita berharap sudahlah cair lagi suasana seperti kemarin, tapi ada rasa berat untuk mengungkapkan duluan. Nah itulah ego, bagaimana cara kita untuk menahan ego kita agar bisa menjaga silaturahim," kata Ustaz Hanan diikuti dari kajiannya, Selasa (17/1/2023).
Pendakwah yang dikagumi kaum muda itu mengungkapkan, menjauhkan diri dari sifat egois juga akan menjauhkan diri sendiri dari berbagai macam masalah. Karena pada dasarnya sifat egois itu memang mengundang banyak masalah dalam kehidupan.
"Kita pasti ada salahnya, walaupun terkadang yang pertama salah orang lain. Salah ngomong, salah sikap, kadang dia diam kita baper. Akhirnya bapernya itu berlarut-larut sampai teringat lagi masalah yang dulu kemudian diakumulasi (diungkit) jadi ramai lagi," ujarnya.
Baca Juga: Kebiasaan Bangun Pagi Seorang Muslim Disukai Rasulullah(zhd)