LANGIT7.ID, Jakarta - Tren bisnis, khususnya bidang Food and Beverage (F&B) saat ini, menujukkan pola di mana orang lebih suka melakukan pemesanan melalui aplikasi pesan-antar makanan, seperti ojek online (ojol).
Untuk itu, pelaku usaha yang sudah mulai berinvestasi dalam platform digital akan membantu mengembangkan usaha mereka, karena mampu menjangkau konsumen yang lebih luas.
Baca juga: Jarang Muncul di TV, Artis Cantik Ini Nikmati Berbisnis Mode MuslimahSetidaknya 58 persen konsumen menemukan restoran baru melalui aplikasi pesan-antar makanan. Lebih dari 50 persen pengguna grabfood menggunakan pencarian untuk memutuskan apa yang akan dimakan, dan rata-rata orang Indonesia menelusuri empat restoran sebelum melakukan pemesanan di Grabfood.
Dengan adanya cloud kitchen, diyakini dapat menampung beberapa bisnis F&B di bawah satu atap. Sehingga membantu bisnis lebih fokus pada pengiriman makanan dengan jaringan yang luas dan dapat menjalankan usaha tanpa harus memiliki gerai fisik.
Baca juga: Kagama Dorong UMKM Melakukan Transformasi Digital untuk Bisa Bertahan di Tengah PandemiLayanan cloud kitchen, seperi Grabkitchen juga disebut dapat mengurangi biaya operasional awal bisnis F&B. Serta mengurangi waktu ekspansi gerai di lokasi baru hingga lebih dari setengahnya.
Dengan lebih dari 50 gerai Grabkitchen di Asia Tenggara, Grab mampu membantu bisnis F&B beradaptasi dengan perubahan kebutuhan dengan cepat. Sehingga dapat menghadirkan solusi menguntungkan bagi bisnis dan konsumen.
“Kesuksesan Grabkitchen terletak pada kemampuan kami menyaring data konsumen dan membantu bisnis F&B ekspansi, menghilangkan beban berat menjalankan restoran, dan memungkinkan mereka utuk bisa fokus pada apa yang mereka lakukan, seperti menyajikan makanan yang enak,” ujar Regional Head of Grabfood and Grabmart, Demi Yu dikutip dari pernyataan resminya.
Selain itu, Grab juga menemukan adanya kemudahan pembayaran digital menjadi hal yang wajib ada dalam sebuah bisnis F&B. Saat ini, pembayaran melalui e-wallet adalah metode kedua yang paling disukai setelah uang tunai.
Sebanyak 72 persen konsumen merasa, pembayaran digital wajib dimiliki oleh restoran dan toko. Terlebih di masa pandemi seperti saat ini, pembayaran digital dianggap menjadi pilihan tepat dalam membantu menghilangkan pertukaran uang secara fisik dan mengurangi risiko terpapar virus korona.
Lebih lanjut, sekarang ini semakin banyak bisnis F&B yang memilih OVO sebagai opsi pembayaran. Hal tersebut dilakukan karena dapat melacak pembayaran secara otomatis, dengan tampilan gabungan dari total penjualan.
Juga memantau kinerja penjualan dan mengidentifikasi tren untuk membentuk strategi bisnis. Termasuk mengurangi risiko pencurian atau penipuan. Dengan adanya perubahan terhadap tren dan perilaku konsumen, diharapkan pelaku usaha khususnya bidan F&B mampu beradaptasi dan menyesuaikan strategi bisnis mereka dengan kebutuhan pasar yang ada saat ini.
(zul)