LANGIT7.ID, Bogor - PP Muhammadiyah siap membuka fakultas kedokteran di beberapa Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA), termasuk diantaranya Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA).
Ketua PP Muhammadiyah
Haedar Nashir mengatakan izin membuka Fakultas kedokteran sedang diajukan. Semua PTMA, kata Haedar, lahir dari kemandirian yang didukung oleh berbagai pihak baik dari internal maupun eksternal. Etos kemajuan ini menjadi spirit yang melekat di Muhammadiyah.
“Karena DNA nya ada semangat maju, maju dan terus maju. Spirit berkemajuan juga merupakan ajaran dari Agama Islam,” ujar Haedar Nashir saat launching Universitas Muhammadiyah Bogor Raya, Rabu (18/1/2022).
Baca juga: Haedar Nashir Resmikan Universitas Muhammadiyah Bogor Raya Konsep kemajuan sebagai etika yang dimiliki Muhammadiyah bukan hanya diwacanakan, tetapi diamalkan yang mewujud dalam berbagai bentuk Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
“Semangat menjadikan Islam menjadi agama peradaban harus selalu ada di Muhammadiyah, bahkan harus menjadi state of mind di warga, kader, lebih-lebih pimpinan Muhammadiyah,” tegasnya.
Menurut
Haedar, semangat berkemajuan yang dimiliki oleh Muhammadiyah yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan ini menjadi distingsi dengan gerakan keislaman yang lain.
Spirit berkemajuan merupakan ajaran yang dibawakan oleh Nabi Muhammad, yang membawa maju peradaban Arab masa itu yang jumud. Kemajuan tersebut juga diiringi dengan pemurnian tauhid yang kontekstual dan aplikatif.
Terkait dengan pendidikan sebagai pilar dakwah Muhammadiyah, merupakan pilihan untuk memajukan sebuah peradaban. Berkaca dari berbagai peradaban maju, pilar-pilarnya adalah pendidikan.
Baca juga: Haedar Nashir: Pendidikan Harus Berbasis Iman, Takwa, dan Akhlak MuliaMenurutnya, pendidikan modern yang digagas oleh Muhammadiyah tidak sama dengan pendidikan modern Barat yang mengarah pada sekularisme. Melainkan pendidikan modern Muhammadiyah memiliki fondasi kokoh pada nilai-nilai ketuhanan dan kerisalahan Agama Islam.
“Lembaga pendidikan Muhammadiyah semua itu adalah pilar kemajuan peradaban bangsa. Oleh karena itu kita tidak boleh lengah,” ucapnya.
Melihat realita yang ada, bahwa Indonesia masih di bawah rata-rata indeks pembangunan manusia dan IQ nya masih rendah, maka diperlukan akselerasi di bidang pendidikan Indonesia, termasuk Muhammadiyah.
(sof)