LANGIT7.ID, Jakarta -
Specialty Coffee Expo (SCE) merupakan ajang pameran kopi khusus Amerika yang terbuka secara global. Even ini secara khusus memiliki manfaat bagi pelaku industri kopi untuk mencari apa pun yang mereka butuhkan dalam industri ini.
Dari even tersebut, setidaknya pelaku industri dapat mengetahui tren terbaru di dunia perkopian dunia. Selain itu, juga mempersiapkan strategi dalam menyambut industri kopi di masa depan.
Pemilik
Coffee Shop Sipirock Coffee, Ayub S Pulungan menyebutkan, untuk tahun 2021 ini, even SCE akan diadakan di New Orleans dan harus bisa dimanfaatkan oleh para pelaku industri kopi di Indonesia. Sebab, banyak hal yang bisa didapatkan dengan mengikuti even tersebut, salah satunya meningkatkan daya jual di pasar luar negeri.
“Ini ajang promosi kopi
specialty, dan banyak kopi lokal kita yang layak diikutkan di SCE ini untuk mendapatkan pembeli potensial dari manca negara, utamanya USA. Terlebih, adanya masalah pasokan dari Brazil 2-3 tahun ke depan, saatnya kopi lokal Indonesia mengisi kebutuhan pasar kopi dunia,” ujarnya kepada LANGIT7.ID, Selasa (24/8).
Baca juga: Berdayakan Anak Yatim, Mantan Pegawai Buka 5 Cabang Kue PancongMelalui pameran ini, diharapkan perkopian Indonesia akan memiliki eksistensi di pasar global. Di mana saat ini, kopi dari beragam daerah Indonesia juga patut diperhitungkan karena sudah memiliki Sertifikat Indikasi Geografis, yang menjelaskan asal-usul, terstandarisasi budidaya dan pasca panen.
“Ini semua hal-hal yang diinginkan pasar kopi dan masyarakat pecinta kopi di Eropa dan Amerika, yakni menghendaki kopi yang tertelusur dengan baik, budidaya dan industri pengolahannya dilakukan secara
fair melindungi petani dan memberi manfaat ekonomi layak buat petani,” jelasnya.
![Kopi Sipirok Sambut Hangat Event Specialty Coffee Expo 2021]()
Ayub mengatakan, animo pelaku industri kopi tanah air menyambut baik event ini karena memang menjadi ajang yang bisa memberikan peningkatan kelas industri kopi tanah air. Terlebih, akibat adanya pandemi yang dirasa cukup memukul keras sektor perkopian di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Ia berharap, industri kopi lokal bisa terus tumbuh sehat dan mengalami perkembangan pesat di pasaran. Sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani kopi lokal, pelaku usaha, dan warga penikmat kopi.
“Saat ini persaingan bisnis kopi sangat ketat dan mulai bunuh-bunuhan, hampir semua konglomerasi di Indonesia berlomba investasi di bidang perkopian (Lippo, Djarum, dan lainnya). Ini menjadikan pelaku UKM tetap di pinggir, kalah akses ke sumber investasi dan penguasaan teknologi. Apalagi di masa pandemi ini, penerapan PPKM berjilid-jilid menambah susah, dan banyak membunuh pelaku UKM di bidang usaha kopi,” jelasnya.
Untuk bisa bertahan dan meningkatkan daya saing, ia mengimbau kepada para pelaku UKM di bidang perkopian harus berjejaring dan memanfaatkan kemajuan teknologi digital. Ia juga meminta kepada pemerintah dan BUMN untuk bisa memberikan perhatian lebih dalam menyelamatkan pelaku UKM bidang kopi.
Sekilas Sipirock CoffeeUsaha milik Ayub,
Sipirock Coffee berdiri pada 2013, saat
coffee shop lokal belum seramai 3-5 tahun belakangan. Di mana saat ini, hampir di setiap sudut jalan telah memiliki kedai kopi, yang mengadopsi cara penyajian kopi terkini, seperti
basic espresso maupun
manual brew.
Baca juga: Pelaku Usaha Harus Adaptif, Ini Perubahan Bisnis F&B di Masa PandemiSipirock Coffee ini didirikan dengan niat awal untuk mengangkat dan mempromosikan kopi Sipirok, Mandailing dan lainnya milik petani kopi yang umumnya petani kecil dengan penguasaan lahan kecil. Mereka sudah mengenal budidaya kopi dari nenek moyangnya sejak masa penjajahan Belanda.
“Ini yang kita dorong, karena petani ini sudah menjadi turun-temurun, tapi kok mereka masih gitu-gitu saja. Upaya ini sedikit banyak mempengaruhi cara pandang petani kopi di Sipirok dan sekitarnya.
Setelah menyelenggarakan Festival Kopi Sipirok pada 2014, lanjut Ayub, pihaknya mampu mendapatkan rekor MURI, dan sejak saat itu warga mulai membuka kebun kopi ukuran hektar (mono kultur), dan bukan lagi sekadar menanam kopi diantara tanaman lain.
“Tahun 2018 kami memperoleh Sertifikat Indikasi Geografis Kopi Arabika Sipirok dan sekarang di kota kecil Sipirok dapat dijumpai beragam kedai kopi, dikembangkan anak muda dan wirausaha muda,” jelasnya.
(zul)