LANGIT7.ID, Jakarta - Umat Islam, khususnya laki-laki diwajibkan untuk mendatangi
masjid dan menunaikan
salat Jumat. Namun lebih baik mana bejalan kaki atau naik kendaraan?
Pendakwah
Ustaz Syafiq Riza Basalamah mengungkapkan, pahala yang didapatkan seseorang adalah sesuai dengan tingkat kelelahannya.
"Jadi kalau bicara orang yang rumahnya dekat masjid dengan orang yang rumahnya jauh dari
masjid, sama-sama berjalan kaki, berbeda jumlah langkahnya, akan berbeda pula
pahalanya," kata dia menjawab pertanyaan jamaah dikutip
Langit7, Jumat (20/1/2023).
Hal itu juga berlaku bagi orang yang berangkat ke masjid dengan jalan kaki maupun berkendara. Menurut dia orang yang jalan kaki akan mendapatkan pahala lebih besar ketimbang yang berkendara.
Dia mengisahkan bahwa di zaman Nabi SAW, ada seorang sahabat yang rumahnya agak jauh dari masjid, lalu salah seorang temannya bertanya kenapa ia tak beli kendaraan saja yang bisa digunakan untuk ke masjid.
"Kata orang ini, dia ingin setiap langkah-langkahnya menuju masjid dicatat sebagai pahala. Subhanallah," ujarnya.
Nabi Muhammad SAW pun menyepakati hal tersebut. Bahwasannya setiap langkah orang yang menuju masjid akan ditulis dan pahala yang didapatkannya sesuai dengan kelelahannya.
Rasulullah SAW bersabda, "Seseorang yang berjalan ke masjid, maka tiap langkah kakinya akan diberikan satu pahala, dihapuskan satu dosa, dan dinaikkan satu derajat oleh Allah SWT." (HR. Ibnu Majah dan Muslim).
Dai berusia 46 tahun ini menyebutkan, pahala sesuai kelelahan tersebut juga berlaku dalam bacaan imam dalam salat. Menurutnya, imam yang membaca surat lebih panjang akan mendapatkan pahala lebih baik ketimbang yang membaca surat pendek.
"Termasuk bacaan ketika imam rukuk atau sujud. Itu semua ada perhitungan sesuai dengan kelelahannya," katanya.
Adapun kelelahan itu juga harus berlandaskan syariat. Sehingga tidak menjadi kelelahan yang sia-sia, tapi kelelahan yang berpahala.
"Jangan sampai kita berlelah-lelah tapi ternyata salah jalan. Karena syarat diterimanya amalan itu adalah ikhlas dan sesuai dengan yang diajarkan, bukan sesuai dengan nafsu kita," tambahnya.
(bal)