LANGIT7.ID, Jakarta - Adiwarman Karim dan Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi secara resmi ditetapkan sebagai komisaris utama (komut) dan wakil komisaris utama (wakomut) di PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS).
Melansir laman resmi Bursa Efek Indonesia, idx.co.id, keduanya ditetapkan sebagai komut dan wakomut berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), yang diselenggarakqn hari ini, Selasa, 24 Agustus 2021, ini dengan tujuan utamanya yakni melakukan Perubahan Susunan Dewan Komisaris Perseroan.
Hal ini sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No.33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik, yang mengatur bahwa Dewan Komisaris diangkat dan diberhentikan oleh RUPS, khususnya Pasal 23 ayat 1 juncto Pasal 3 ayat 1.
Baca juga: Rekening ZIS Terbaru BAZNAS di Bank Syariah IndonesiaChairman Rabu Hijrah, Phirman Rezha menyampaikan ucapan selamatnya atas terpilihnya Adiwarman Karim sebagai Komisaris Utama dan TGB sebagai Wakil Komisaris Utama BSI. Ia meyakini, kedua tokoh tersebut akan menjadi duet yang dapat diandalkan dalam pertumbuhan ekonomi syariah BSI dan mampu bersaing secara global.
“Mereka adalah tokoh ekonomi syariah yang sudah mendunia, selamat kepada Bang Adiwarman sebagai komisaris utama, seorang pakar, akademisi, serta praktisi yang akan mengangkat ekonomi syariah Indonesia ke arah yang unggul di mata dunia dan tetap berpijak pada ummat dengan pengalaman beliau menjadi Dewan Syariah Nasional MUI. Juga Bapak TGB sebagai Wakil Komisaris Utama, sebagai ketua Ikatan alumni Al Azhar, Kairo di Indonesia sudah tidak bisa lagi kita ragukan kapasitas beliau, apalagi beliau adalah ulama dan umara yang selalu menyerukan kebaikan untuk masyarakat,” ujarnya.
Phirman mengaku mengenal keduanya sebagai sosok seorang pemimpin, ulama, serta guru bagi banyak orang. Apalagi pengaruh keduanya cukup dirasakan kala arahan kepada bagi anak muda, khususnya di Rabu Hijrah.
“Bang Adiwarman adalah tokoh yang selalu menelurkan kontribusi pengembangan perbankan dan ekonomi Islam melalui tulisannya yang menjadi khazanah bagi kemajuan ekonomi syariah, tokoh yang memperjuangankan divisi syariah di bank konvensional. Termasuk TGB yang dengan kemampuan beliau memimpin NTB selama 2 periode adalah bekal yang luar biasa, menjadi pemimpin provinsi yang mengonversi Bank NTB menjadi Bank NTB Syariah, tak lupa petuah mereka pada kami pengurus Rabu Hijrah dari seorang pembina yang selalu mengutamakan pengembangan ekonomi dan penguatan syariah di masyarakat,” ungkapnya.
Baca juga: Layanan ZIS di Baznas Kini Terintegrasi Melalui BSIAdapun dengan terpilihnya Adiwarman Karim dan TGB, maka jajaran direksi dan komisaris BRIS dari hasil RUPSLB adalah sebagai berikut:
Komisaris
Komisaris Utama/Komisaris Independen : Adiwarman Azwar Karim
Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen: Muhammad Zainul Majdi
Komisaris : Suyanto
Komisaris : Masduki Baidlowi
Komisaris : Imam Budi Sarjito
Komisaris : Sutanto
Komisaris Independen : Bangun Sarwito Kusmulyono
Komisaris Independen : M. Arief Rosyid Hasan
Komisaris Independen : Komaruddin Hidayat
Direksi
Direktur Utama: Hery Gunardi
Wakil Direktur Utama 1: Ngatari
Wakil Direktur Utama 2: Abdullah Firman Wibowo
Direktur: Kusman Yandi
Direktur: Kokok Alun Akbar
Direktur: Anton Sykarna
Direktur: Achmad Syafii
Direktur: Tiwul Widyastuti
Direktur Kepatuhan: Tribuana Tunggadewi
Direktur: Ade Cahyo Nugroho.
(zul)