Dalam tausyiahnya dalam Ramadhan Public Lecture di Masjid Kampus UGM, Adiwarman menegaskan bahwa ekonomi inklusif sejatinya berpijak pada tiga pilar utama, yakni pertumbuhan ekonomi, pemerataan, serta akses dan kesempatan yang sama bagi setiap individu.
Kucuran dana Rp200 triliun ke bank Himbara dan BSI memberi napas segar bagi perbankan nasional. Likuiditas makin longgar, perputaran ekonomi semakin cepat, dan kepercayaan konsumen meningkat.
Pakar Ekonomi Syariah, Ustadz Adiwarman Karim, menjelaskan, beberapa amalan yang bisa membuka pintu rezeki seseorang. Tidak berpatok pada nominal saja, tapi ada keberkahan dari rezeki tersebut.
Ekonomi syariah tidak hanya sekadar menetapkan halal dan haram dalam bisnis. Tapi, lebih dari itu, ekonomi syariah merupakan sebuah konsep yang menghadirkan kebaikan bagi masyarakat.
Ahli ekonomi syariah Indonesia, Adiwarman Azwar Karim menjelaskan rezeki dalam Islam terbagi menjadi empat urutan, yaitu kesehatan, anak saleh, husnul khotimah, dan terakhir harta.
Keduanya dikenal sosok seorang pemimpin, ulama, serta guru bagi banyak orang. Pengaruh keduanya dirasakan kala berikan arahan kepada anak muda, khususnya di Rabu Hijrah.
Nilai Islam harus mewarnai kebijakan pemerintah. Sistem ekonominya kita warnai dan rubah sedikit-sedikit. Sudah banyak sekali warna Islam dalam sistem ekonomi.