LANGIT7.ID, Jakarta - Memulai dan menjalankan sebuah usaha agar bisa berkembang, pelaku usaha perlu mengetahui tren yang sedang terjadi di masyarakat. Permintaan konsumen yang bersifat dinamis, menjadikan pelaku usaha juga perlu menyusun strategi dalam bidang usaha mereka agar bisa terus menjadi pilihan.
Dalam situasi pandemi, terjadi beberapa perubahan di mana masyarakat dan pelaku usaha harus lebih adaptif terhadap digitalisasi sebagai bentuk penyesuaian di era pandemi. Dengan adanya tren pasar diharapkan dapat dengan mudah diketahui oleh pelaku usaha melalui riset dan analisa data yang ada di internet.
Lebih lanjut, Grab Indonesia merilis sebuah laporan tren pasar 2020-2021, khususnya sektor Food and Beverage (F&B). Pandemi merubah kebiasaan masyarakat dalam urusan makan, yang biasanya bisa makan di tempat, kini karena masih adanya kebijakan yang membatasi mobilitas, aktivitas masyarakat untuk makan menjadi berubah dan dilakukan di rumah.
Baca juga: Tips Jitu agar Pelaku Usaha F&B Bisa Sukses Meraih PasarNamun menariknya, kebutuhan masyarakat akan makanan sehat dan lezat tetap tidak berubah. Hanya saja, memang perlu ada penyesuaian bagi para pelaku usaha untuk bisa menembus beberapa kebijakan yang ada hingga produknya bisa diterima konsumen, yakni dengan menggunakan layanan jasa antar makanan seperti ojek online (ojol).
Perubahan tersebut, juga menyebabkan adanya peningkatan pada layanan pengiriman makanan. Sehingga, bisnis F&B diharapkan bisa mengambil peran dalam hal ini untuk bisa terus berinovasi dan berkembang.
The Grab Next: Laporan Tren F&B Indonesia 2020-2021 menyebutkan, pengeluaran pengiriman makanan di Indonesia menyumbang sekitar US$3,3 miliar atau hampir Rp47,5 miliar. Hal ini dikarenakan memang orang Indonesia yang mencintai makanan dan didukung oleh banyaknya pilihan makanan yang berlimpah, mulai dari restoran, warung, pujasera, dan jajanan kaki lima.
Sehingga, saat ini tren antar makanan menjadi pilihan yang sering dilakukan oleh masyarakat. Setidaknya pada 2020 lalu, jumlah bisnis F&B yang menggunakan ojol, khususnya Grabfood meningkat hingga 65 persen.
Pandemi Covid-19 mempercepat adaptasi platform pesan-antar makanan. Sebab, sektor FnB melihatnya sebagai strategi penting untuk mempertahankan dan tumbuh dalam situasi ini.
Pola dan Kebiasaan Makan Orang IndonesiaSelain itu, dalam rilis tersebut juga disebukan, kebanyakan pesanan makanan dilakukan pada jam makan malam, makan siang, dan di waktu santai sore. Di mana karakteristik orang Indonesia juga lebih menyukai makanan cepat saji dan makanan lokal seperti martabak, bakso, dan olahan ayam.
Kategori makanan teratas yang sering dipesan, yakni makanan cepat saji, martabak, pizza, bakso, ayam, nasi goreng, burger, seblak, mie, dan sate. Untuk itu, Grab mengimbau agar pelaku usaha FnB dapat menghadirkan beberapa paket masakan untuk keluarga.
Setidaknya, sebanyak 87 persen konsumen, terutama rentang usia 25-44 tahun menyatakan mereka akan tetap memesan via pesan-antar makanan di masa mendatang.
Diketahui, saat jam sarapan yang berkisar dari jam 09.00-10.00 WIB, orang Indonesia suka memulai hari mereka dengan kopi atau teh, dengan makanan yang lebih ringan, seperti bubur ayam, soto, atau pun brownies.
Untuk makan siang, antara pukul 11.00-12.00 WIB, dari data tahun 2020, orang Indonesia memesan lebih dari 42 juta hidangan berbahan dasar ayam saat makan siang. Sementara makan malam, antara pukul 18.00-19.00 WIB, data tahun 2020 menyebutkan rata-rata masyarakat memesan sate ayam, mie goreng, dan nasi goreng.
Baca juga: Pelaku Usaha Harus Adaptif, Ini Perubahan Bisnis F&B di Masa PandemiLebih lanjut, di waktu santai sore antara puku 14.00-17.00 WIB terdapat fakta unik, di mana satu teh susu cokelat hazelnut dipesan setiap 10 detik selama santai sore pada 2020. Untuk lepas makan malam orang Indonesia lebih menyukai makanan yang lebih ringan, seperti nasi goreng ayam, ayam goreng, kentang goreng, burger daging sapi, dan ayam popcorn pedas.
Makanan SehatSelain itu, tren makanan di situasi pandemi saat ini, konsumen lebih memilih kepada produk makanan sehat. Di mana ada peningkatan terhadap produk makanan sehat pada 2020, sebesar 32 persen.
Diketahui, 7 dari 10 orang Indonesia ingin mengonsumsi makanan sehat. Sebanyak 70 persen dari jumlah tersebut bahkan bersedia membayar lebih untuk makanan yang lebih sehat.
Makanan sehat ini mencakup bahan organik dan natural, kandungan nutrisi, dan lainnya. Beberapa produk makanan sehat tersebut, adalah salad, sup, jus, sandwich, dan makanan kukus.
Dari keseluruhan tersebut, diharapkan dapat menjadi peluang dan penyesuaian strategi oleh para pelaku bisnis FnB. Selain itu, tren menjadi hal penting yang juga perlu diikuti oleh sebuah bisnis, sebab inovasi perlu menyesuaikan dengan kebutuhan pasar, bukan keinginan pribadi pelaku usaha.
(zul)