LANGIT7.ID, Denpasar - Wakil Gubernur Bali, Tjok Oka Artha Ardana Sukawati mengusulkan penambahan penerbangan langsung secara bertahap, terlebih dari 20 kota di China.
Menurut Oka, pihaknya berharap penerbangan langsung dari 20 kota di China dengan 15 maskapai, dapat dikembalikan sebagaimana situasi normal sebelum pandemi Covid-19.
"Kami menyampaikan usulan kepada Menparekraf Sandiaga Uno, mengingat China adalah negara potensial pemasok wisman ke Bali," kata dia, Rabu (25/1/2022).
Lebih lanjut, Oka menyebut usulan ini juga muncul sebagai tindak lanjut dari mulainya wisatawan Tiongkok ke Bali, sehingga diharapkan ada penambahan jumlah penerbangan langsung meliputi jumlah kota sebagai titik keberangkatan dan maskapai yang melayani.
Baca juga: Menparekraf Dorong UMKM Kembangkan Potensi Desa BarosSebelumnya, Oka menyampaikan apresiasinya kepada jajaran Kemenparekraf yang berusaha dalam mendatangkan wisatawan mancanegara asal Tiongkok ke Bali.
Saat menyambut kedatangan wisman Tiongkok dari penerbangan carter pada Minggu (22/1) lalu, dirinya mengaku merasakan kegembiraan dan antusiasme mereka.
"Kami menyaksikan hal yang luar biasa, suasananya sangat berbeda jika dibandingkan saat kami melepas wisman China terakhir pada 5 Februari 2020 yang menandai penutupan akses masuk karena situasi pandemi kala itu,” terangnya.
Selain itu, Oka juga melihat besarnya kecintaan
wisman China dengan Bali karena adanya kedekatan secara historis, seperti peninggalan-peninggalan yang menunjukkan akulturasi budaya Bali-Tiongkok.
"Selain itu, faktor alam juga mendorong wisman China memilih Bali sebagai objek wisata favorit. Negara mereka begitu luas, jadi untuk mencari laut sangat jauh, karena itu mereka sangat antusias berwisata ke Bali," ujarnya.
Menanggapi permintaan tersebut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyampaikan bahwa harapan Pemprov Bali akan menjadi perhatian pihaknya.
Baca juga: Wisatawan Asal Tiongkok jadi Target Pasar Terbesar Pariwisata IndonesiaSandiaga menuturkan, saat ini pihaknya sedang menggarap tiga kota potensial yaitu Beijing, Shanghao, dan Guangzhou, sementara terkait jumlah penerbangan, Kemenparekraf akan melakukan pendekatan ke maskapai di Indonesia dan China.
"China digarap serius karena merupakan salah satu pasar potensial pendongkrak jumlah
kunjungan wisman ke Indonesia," kata dia.
Sandiaga juga menargetkan kedatangan sebanyak 255.300 wisman China pada 2023, dan tidak hanya Bali, harapannya wisman tersebut juga mengunjungi destinasi lain di Indonesia.
(sof)