LANGIT7.ID, Jakarta - Fenomena pacaran memang sudah menjadi hal yang lumrah, apalagi di zaman sekarang. Namun perlu diketahui, Islam sendiri melarang hubungan pacaran, oleh karena itu dianjurkan bertaaruf.
Tak sedikit masyarakat sekarang berpikir jika tidak pacaran maka bagaimana menikah, sebab pacaran adalah langkah menemukan jodoh. Itu salah, dalam ajaran Islam dianjurkan ta'aruf.
Taaruf sendiri adalah cara untuk berkenalan memilih pasangan hidup tanpa harus bersinggungan kulit. Tentu berbeda dengan pacaran yang identik dan lekat dengan zina.
Dalam Al-Quran, kita bisa menemukan kata taaruf dalam surat Al Hujurat ayat 13. Allah SWT berfirman, yang artinya:
“Hai manusia sesungguhnya kami telah menciptakan kalian dari seorang pria dan seorang wanita, lalu menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal (li-ta’arofu)”.
Menurut pendakwah Ustaz Khalid Basalamah taaruf bisa dilakukan dengan sebatas bertanya lebih dalam tentang lawan jenis. Misal menanyakan hal seperti latar belakang keluarga.
"Umumnya, keadaan kelurga, aktivitas kegiatannya bagaimana dia (dan pihak keluarga) dengan agama. Responnya kepada agama," kata Ustaz Khalid dalam kajiannya, dikutip Selasa (30/1/2023).
Kemudian, kata dia, membicarakan tentang pribadi terkait hal agama. Sebab hal ini sangat penting dalam menentukan pasangan hidup agar membangun rumah tangga yang sakinah mawadah dan warahmah.
"Misalnya, butuh suami yang penyayang. Saya bertanya apakah anda seorang tipologi yang penyayang, tanpa ada basa basi ya, memang hanya murni bertanya bukan supaya nanti dia tunjukan dia manjakan anda," jelasnya.
(zhd)