LANGIT7.ID, Jakarta - Budayawan asal Yogyakarta, Irfan Afifi, menilai
Nahdlatul Ulama (NU) merupakan ormas keagamaan yang menjaga relasi Islam dengan kebudayaan. Ormas yang didirikan pada 31 Januari 1926 itu mengikuti cara Walisongo dalam menyebarkan ajaran Islam.
“NU dari dulu memang dianggap sebagai penerus Islam yang punya visi tentang kearifan untuk kebudayaan, karena ini mencontoh para Walisongo dulu, bahwa Islam justru akan tegak jika ikut memperkokoh kebudayaan,” kata Irfan Afifi kepada Langit7, Jumat (3/2/2023).
Dalam pandangan NU, Irfan menyebut bahwa Islam akan semakin kuat bila mampu membantu masyarakat Indonesia terpaut dengan akarnya yang kokoh. Tetapi, sekaligus punya visi ketuhanan, yakni visi tauhid.
Baca Juga: NU Berperan Teguhkan Tradisi Keislaman dan Politik di Indonesia
“Visi kesatuan yang akan memberi dampak rahmat menyebar rahmat kepada semesta. Islam yang telah bisa memanusiakan manusia yang lain dan sudah bisa membantu pergulatan kebudayaan sebuah bangsa,” kata Irfan Afifi.
Irfan menjelaskan, Islam memang mengukuhkan kedaulatan sebuah bangsa. Tak hanya pada sisi bangsa saja, tetapi Islam akan memandu umat manusia mencapai tingkat rohani tertinggi. Dengan demikian, Islam memperkokoh akar kebudayaan sebuah bangsa.
“Islam yang justru mengukohkan kedaulatan sebuah bangsa. Islam yang justru akan membawa manusianya menuju puncak tertinggi capaian rohaninya. Hal ini sejatinya adalah pergulatan Islam yang mengokohkan akar kebudayaan sebuah bangsa,” kata Irfan.
(jqf)