LANGIT7.ID, Jakarta - Bershalawat dipercaya sebagian orang dapat mendatangkan rezeki. Namun sebagai ummat Islam kita dianjurkan untuk bershalawat atas penghormatan kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.
Ada sejumlah bacaan shalawat yang diajarkan Rasulullah, salah satunya yang dibaca dalam shalat yakni "Allahumma sholli alaa muhammad wa alaa ali muhammad". Sementara pada zaman Nabi, para sahabat bershalawat dengan mengucap "shallallahu alaihi wasallam" setiap kali diucapkan atau terdengar nama Nabi Muhammad.
Namun ada beberapa jenis shalawat yang lain seperti "Allahumma sholli alaa sayyidina muhammadin wa ala ali sayyidina muhammadin fil awwalin wal akhirin wafil malail ala ila yaumiddin".
Baca Juga: Shalawat dan Dzikir Menggema di Masjid-Masjid Kota PaluShalawat ditujukan kepada Nabi sebagai bentuk penghormatan. Bahkan Allah akan membalas shalawat untuk yang membacanya 10 kali. Hal ini berdasarkan hadist shahis yang diriwayatkan Muslim.
"Barangsiapa bersholawat kepadaku satu kali, niscaya Allah bersholawat kepadanya sepuluh kali." (HR. Muslim).
Allah sendiri berfirman dalam Al-Quran menganjurkan ummat Islam untuk bershalawat. "Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya." (Al Quran surah Al Ahzab 56).
Terkait keutamaat bersholawat, Umar bin Khattab pernah berkata, "Saya mendapatkan kabar, doa tertahan di antara langit dan bumi, tidak dapat naik (diterima Allah), sehingga dibacakan sholawat kepada Nabi Muhammad."
Abu Hurairah dalam hadis yang diriwayatkannya menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: "Bacalah shalawat untukku. Sebab, bacaan shalawat itu membersihkan kotoran (dosa-dosa) engkau dan mintalah kepada Allah untuk wasilah. Para sahabat bertanya, "Apakah wasilah itu, ya Rasulullah?", Nabi SAW menjawab, "Satu derajat yang tertinggi dalam surga yang tidak akan dicapai kecuali oleh seorang, dan saya berharap semoga sayalah orangnya."
(bal)