Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Psikolog Ungkap 6 Cara Mengatasi Sifat People Pleaser

mahmuda attar hussein Sabtu, 11 Februari 2023 - 09:00 WIB
Psikolog Ungkap 6 Cara Mengatasi Sifat People Pleaser
Ilustrasi. (Foto: Langit7.id/iStock)
LANGIT7.ID, Jakarta - People pleaser merupakan sifat di mana seseorang sulit menolak permintaan orang lain dan berusaha menyenangkan orang lain. Sifat tersebut tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik dan mental, tapi juga menjadikan seseorang sulit mengetahui keinginan dirinya sendiri.

Kendati demikian, sifat people pleaser bukanlah tidak bisa diatasi. Psikolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Smita Dinakarami mengungkapkan, setidaknya ada enam cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal tersebut.

Baca Juga: Ciri-ciri Orang dengan Sifat People Pleaser: Selalu Berkata 'Ya'

Menurutnya, salah satu cara untuk mengatasi sifat people pleaser ini adalah dengan selalu memperhatikan diri sendiri. Sekalipun itu menolak permintaan tolong dari orang lain.

Berikut ini cara untuk mengatasi sifat people pleaser menurut Smita:

1. Pola Pikir

Cara mengatasi sifat people pleaser yang pertama adalah dengan menanamkan pola pikir untuk bisa menjaga diri sendiri. Artinya, kepentingan diri sendiri adalah yang utama dibandingkan yang lainnya.

Namun bukan berarti menjadi egois. Jadi, pahamilah bahwa kebahagiaan orang lain bukan tanggung jawab utama yang mesti dilakukan. "Untuk itu, jangan pernah enjadikannya sebagai beban dalam hidup, khususnya interaksi sosial," kata Smita dikutip dari laman UGM, Sabtu (11/2/2023).

2. Jangan Naif

Berharap orang lain untuk selalu menyukai kita adalah sifat yang paling sering ditonjolkan oleh people pleaser. Itu karena mereka terlalu naif dalam hubungan interaksi sosial.

"Sadari bahwa ada kalanya orang lain menjadi tak suka. Jadi jangan memaksakan diri untuk membuat orang lain menjadi selalu suka dan memberikan apresiasinya," ujar Smita.

Berusaha membuat orang lain untuk selalu suka hanya akan menimbulkan masalah kesehatan mental. Sehingga tak perlu sampai harus memaksakan diri dalam hal ini.

3. Batasan

People pleaser harus membuat batasan untuk dirinya sendiri terkait kapasitas dan kemampuan dalam menolong orang lain.

Memaksakan memberikan pertolongan kepada orang di luar kapasitas diri hanya akan menyiksa. Sebaliknya, pikirkan dan berikan apresiasi yang layak untuk diri sendiri, agar terhindar dari masalah kesehatan mental.

Baca Juga: Sifat People Pleaser dan Bahayanya bagi Kesehatan Mental

4. Konflik

Percayalah, konflik yang terjadi dalam hubungan interaksi sosial tidak selalu buruk. Terlebih bila memang harus mengutarakan pendapat yang berbeda di dalam sebuah forum.

"Mengutarakan pendapat yang berbeda dengan komunikasi yang sehat, justru dapat meningkatkan hubungan," ucap Smita.

5. Menahan Diri

Cobalah untuk menahan diri untuk tidak spontan menerima permintaan orang lain. Pikirkan sebelum berbicara dan sebelum membuka tangan lebar-lebar dalam memberikan pertolongan.

"Misalnya ada orang yang minta dibantu pekerjaannya atau permintaan tolong lainnya, coba untuk tidak langsung meng-iyakan," lanjut Smita.

Ambil waktu sejenak untuk memikirkan seberapa penting persoalannya. Lantas tanyakan pada diri sendiri terkait kemampuan pertolongan yang bisa diberikan.

6. Belajar Berkata "Tidak"

Menolak hal yang tidak sesuai dengan perasaan dan keinginan, bukan berarti menjadi orang yang buruk di mata orang lain.

"Belajarlah untuk berkata tidak dalam hubungan sosial. Coba sampaikan pendapat yang kita inginkan dahulu, baru setelah itu menolak," tutur Smita.

Smita mengimbau agar people pleaser tidak segan untuk berkonsultasi dengan tenaga ahli ataupun profesional. Terutama bila keenam cara tersebut masih sangat menganggu ketenangan jiwa dan relasi sosial.

Baca Juga: People Pleaser, Menyenangkan Orang Lain tapi Menyusahkan Diri Sendiri

(gar)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)