LANGIT7.ID - , Jakarta -
Kemampuan bicara seorang anak dimulai sejak menginjak 9 bulan. Di usia ini anak-anak mulai bisa mengucapkan kata-kata seperti, papa, nana, atau mama.
Perkembangan kemampuan bicara anak terus meningkat seiring usianya.
Pola asuh orang tua dalam keluarga ikut berperan dalam tumbuh kembang anak, termasuk kemampuan berbahasa.
Baca juga: Speech Delay, ‘Penyakit’ Populer Balita di Era GadgetArtinya bila dari usia dini anak diasuh dengan pola yang tepat, yaitu memenuhi kebutuhan fisik, psikologis, dan
emosional, maka si kecil akan mudah bersosialisasi dan berbicara.
Demi meningkatkan kemampuan anak berbicara, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua, dikutip dari Islamic Online University, Sabtu (11/2/2023).
1. Membaca
Sejatinya bacaan terbaik bagi anak adalah Al Quran. Membaca Al Quran tanya hanya bertujuan untuk mengenalkan firman Allah SWT sejak dini, tapi akan mendapatkan berkah dari mendengarkannya.
Orang tua dapat membacakan buku sesuai usia anak. Misalnya untuk anak bayi, Sahabat Langit7 dapat membacakan buku yang mengenalkan benda-benda yang ada di sekitar rumah.
Kemudian saat anak tumbuh besar, kenalkan dengan buku yang lebih banyak kata. Tak perlu khawatir si kecil tak mengerti sepenuhnya, sebab kata-kata yang ada di dalam buku akan diserap penuh oleh anak-anak.
2. Gunakan kosa kata yang benar
Seringkali orang tua mengikuti gaya anak berbicara atau memakai kode bayi. Agar kemampuan berbicara anak meningkat, sebaiknya tinggalkan kebiasaan tersebut.
Baca juga: Pesan Mas Menteri untuk Orang Tua: Luangkan Waktu buat AnakGunakan kata-kata atau berbicara secara normal. Anak akan belajar berbicara dengan mendengarkan orang tua. Jadi, hindari berbicara memakai bahasa bayi.
3. Lakukan kontak mata saat berbicara
Saat berbicara dengan anak usahakan untuk selalu melakukan kontak mata. Biarkan si kecil mendengarkan Anda dengan jelas dan tahu bahwa orang tuanya ada.
4. Tunjukkan minat atau ketertarikan
Jangan hanya melakukan kontak mata tanpa ekspresi saat berbicara pada anak. Anak-anak akan merasakan saat orang tua tidak tulus memberi perhatian atau ketertarikan.
Karena itu, senyum dan pakai ekspresi wajah berbeda. Orang tua bisa menunjukkan ketertarikan dengan gerakan tangan atau apapun yang menunjukkan bahwa Anda memberi perhatian dan peduli.
Baca juga: Ini Alasan Orangtua Tak Boleh Paksa Anak Cium Kerabatnya
5. Mendengarkan
Ketika anak-anak mulai mengucapkan kata-kata pertamanya, penting bagi mereka untuk mengetahui bahwa apa yang dikatakan itu penting.
Dengarkan mereka dan berikan perhatian khusus, meskipun apa yang Anda dengar tidak masuk akal.
6. Jangan memperbaiki kesalahan
Anak-anak terlebih dahulu menyerap informasi sebelum mengulang. Ketika mulai berbicara, mereka akan membuat banyak kesalahan. Orang tua perlu ingat bahwa ini adalah bagian dari proses pembelajaran.
Cobalah untuk tidak langsung memperbaikinya. Kesalahan akan sering terjadi, dan terus-menerus memperbaikinya dapat merusak kepercayaan diri mereka.
Sebaliknya, coba ulangi apa yang mereka katakan, dengan urutan tata bahasa yang benar.
Baca juga: Jangan Asal Ucap di Depan Anak, Gunakan Kalimat Baik dan Santun7. Batasi screen time
Di zaman ini bukan hal yang aneh bila anak-anak lekat dengan gawai, seperti ponsel atau tablet. Namun, agar kemampuan berbicara anak meningkat, sebaiknya batasi
screen time mereka. Sebab anak membutuhkan interaksi (pembelajaran aktif) untuk meningkatkan kemampuan berbahasanya.
(est)