LANGIT7.ID, Jakarta - Rajab merupakan bulan ketujuh dalam penanggalan Hijriyah dan merupakan salah satu bulan yang sangat dimuliakan. Penghormatan terhadap bulan ini sudah ada sejak masa jahiliyah. Rajab yang bermakna agung ini juga merupakan gerbang utama menuju
Ramadan.Mengutip laman resmi MUI, pada masa jahiliyah, simbol penghormatan terhadap Rajab adalah dengan menyembelih hewan untuk berhala. Sembelihan pada bulan ini pada masa Jahiliyah disebut ‘atirah.
Nabi Muhammad SAW sudah melarang praktik itu dan mengubah cara penghormatan terhadap Rajab dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas amal ibadah. Baik ritual maupun amal saleh yang bermanfaat bagi masyarakat.
Baca Juga: Sate hingga Telur Dadar, Menu Ramadan Astronaut Muslim di Luar AngkasaDari Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Tidak ada’ dan Aturan.” Beliau menjelaskan, “Fara’ adalah anak pertama seekor unta yang mereka sembelih untuk sesembahan mereka, dan Atirah adalah hewan yang mereka potong di bulan Rajab.” (HR Bukhari).
Rajab juga menjadi salah satu empat bulan hurum yang dimuliakan menurut firman Allah dalam Surah at-Taubah ayat 36 dan hadits Nabi Muhammad SAW. Allah Ta’ala berfirman:
اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ
Baca Juga: Riset: Konsumen Rencana Habiskan Rp3 Juta untuk Belanja Ramadan“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa.” (QS At-Taubah: 36)
Beberapa mufasir seperti Ath-Thabari, Fakhruddin ar-Razi, dan Al-Qurthubi menjelakan, pada bulan hurum, pahala dari amal baik akan dilipat gandakan, seperti halnya dosa dari amal buruk dilipatgandakan.
Oleh karena itu, bagi orang beriman, Rajab harus dijadikan ajang untuk menambah kuantitas dan kualitas amal saleh. Baik kepada Allah
Ta’ala maupun kepada sesama manusia. Rajab juga dapat dijadikan ajang latihan untuk memperbanyak dan meningkatkan kualitas amal saleh sebelum Ramadan tiba.
Baca Juga: Astronaut UEA Bakal Jalani Puasa Ramadhan di Luar AngkasaDengan begitu, saat Ramadan tiba, umat Islam sudah terbiasa melakukan amal saleh dan dapat memanfaatkan bulan suci itu untuk memperbanyak amal ibadah serta memperkuat iman dan takwa.
(jqf)