LANGIT7.ID - , Jakarta - Eks Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri
Ferdy Sambo mendapat vonis mati, Senin (13/2/2023).
Gaya rambut Mullet pada sosok otak pembunuhan berencana terhadap Brigadir N Yosua Hutabarat menarik perhatian masyarakat.
Gaya rambut Mullet sering digambarkan sebagai “bisnis di depan, pesta di belakang” sebab membiarkan rambut panjang di bagian belakang, sementara bagian samping dipapras dan trim pendek rapih pada bagian depan.
Baca juga: Ferdy Sambo Divonis Mati, Begini Hukum Qishash bagi Pembunuh dalam IslamRambut Mullet populer pada era 80-90an dan masih diminati sampai saat ini sebagai gaya rambut yang “hampir maskulin sambil menginginkan citra feminin”.
Gaya ini tumbuh melampaui kelompok dan kelas-kelas sosial, dari punk, selebritas, hingga seorang perwira tinggi polisi seperti Ferdy Sambo.
Bila di kepala
anak punk, gaya Mullet mencitrakan kesan urakan dan pemberontakan. Sementara di atas Ferdy Sambo ia menjadi mahkota dengan tekstur teratur dengan bentuk rapih tertata yang menguatkan persona pribadi, seolah-olah itu adalah gaya “cepak yang diperpanjang”.
Sejarah gaya Mullet ternyata bisa ditarik jauh sebelum Bestie Boys merilis lagu “Mullet Head” pada 1994 dan kembali populer tahun 2000an berkat Rambo.
Istilah Mullet pertama kali terekam dalam wiracarita Yunani Kuno yang digubah oleh penyair bernama Homeros.
Baca juga: Mengenal Alopecia, Penyakit yang Sebabkan Rambut RontokDalam The Iliad, ia menggambarkan Abantes, sebuah unit khusus pasukan tombak Yunani dengan "jambul mereka dipotong, rambut tumbuh panjang di punggung" ketika mereka berlayar ke Troy dengan 40 kapal hitam panjang.
Teori lain mengatakan gaya mullet terinsiprasi dari gaya rambut dewa-dewa Yunani.
Sejarawan hair style Rachael Gibson mengatakan bahwa apa yang hari ini dikenal sebagai mullet telah ada selama berabad-abad. Menurutnya, gaya mullet berakar dalam radisi potongan rambut militer dengan alasan yang sangat praktis, terutama tidak banyak waktu bagi prajurit untuk memotong rambut.
"Viking, Romawi, dan penduduk asli Amerika semuanya memiliki gaya rambut yang merupakan varian mullet. Gagasan bahwa ini adalah potongan rambut militer adalah bahwa memiliki rambut panjang membuat tetap hangat ketika berada di medan perang terbuka, sementara dengan potongan pendek di depan tidak akan menghalangi pandangan,” katanya dilansir Military.
Baca juga: Terbukti Bunuh Yosua, Ferdy Sambo Divonis Hukuman MatiPrajurit Galia di Prancis modern dan suku Celtic di Inggris juga tampil dengan gaya rambut mullet. Menurut penulis Alan Henderson dalam bukunya "Mullet Madness!: The Haircut That's Business Up Front and a Party in the Back," gaya mullet sangat terkait dengan musuh-musuh Roma sehingga dilarang dari Tentara Kekaisaran.
Meskipun dilarang di legiun, tidak menghentikan warga sipil Romawi yang menginginkan tampilan edgy untuk bergaya mullet.
Misalnya gaya bangsawan muda yang menonton balapan kereta di Colosseum di mana saat itu disebut sebagai gaya "Hun Cut," mengacu pada Hun nomaden yang menyerbu wilayah perbatasan Kekaisaran dengan menunggang kuda.
(est)