LANGIT7.ID - , - Ketua PBNU Kiai
Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mendapat anugerah
Doktor Honoris Causa dari UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Gus Yahya dinilai sangat berkontribusi dalam bidang kerukunan umat beragama skala nasional maupun global.
"Kiprah dan kontribusi beliau pada bidang kemanusiaan perdamaian dan dialog antariman beliau mulai sudah lama sekali terutama aktivitas beliau dengan kelompok berbagai macam agama dan ini bisa kita lihat faktanya ketika beliau menyelenggarakan R20 baik di Bali maupun di Yogyakarta," kata Rektor
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Al Makin, Senin (15/2/2023).
Baca juga: Jokowi dan Gus Yahya Masuk 20 Besar 500 Tokoh Muslim Berpengaruh DuniaMenanggapi pengukuhannya, Gus Yahya mengatakan bahwa UIN Suka berjasa besar bagi Universitas Gadjah Mada (UGM), tempat Gus Yahya mengejar gelar sarjana. Pemberian gelar ini, kata Gus Yahya, menyelamatkan UGM dari kebakaran.
Pasalnya, mengutip perkataan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, “Ada dua orang yang baru bisa lulus kalau kampusnya dibakar, yang pertama Yahya Staquf dan Saifullah Yusuf”.
Namun, entah kenapa, katanya, Saifullah Yusuf bisa sampai lulus dari kampusnya dan berhak menyandang gelar doktorandus (drs). Sementara Gus Yahya sendiri tidak lulus dari kampusnya, UGM pada jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
“Kami (NU) memilih untuk mengajak umat Islam untuk menempuh visi baru, mengembangkan wacana baru tentang fikih, yaitu fikih yang akan dapat mencegah eksploitasi atas identitas, menangkal penyebaran kebencian antar golongan, mendukung solidaritas, dan saling menghargai perbedaan di antara manusia, budaya dan bangsa-bangsa di dunia,” kata Gus Yahya dalam pidato pengukuhannya.
Baca juga: Gus Yahya: Kasus Gontor Tak Kurangi Peran Pesantren di Tengah MasyarakatUGM sendiri menilai pemikiran dan aktivisme Gus Yahya untuk bangsa sekaligus kemanusiaan dan peradaban dunia telah diakui dunia. Gus Yahya masuk ranking ke-19 dalam daftar 50 besar tokoh muslim berpengaruh dunia tahun 2023 versi Pusat Pembelajaran Strategis Kerjaan Islam Yordania.
Gus Yahya lahir di Rembang, 16 Februari 1996 silam. Putra salah satu pendiri Partai Kebangkitan Bangsa, KH. M. Cholil Bisri dan kakak kandung Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas ini tercatat pernah menempuh pendidikan di Departemen Sosiologi FISIPOL UGM pada tahun 1984.
Dekan FISIPOL UGM, Wawan Mas’udi, menyampaikan bahwa Gus Yahya merupakan sosok berpengaruh yang pernah mengenyam pendidikan di FISIPOL UGM. Saat menjadi mahasiswa ia menjadi salah satu pioner yang mendirikan dan menggerakan jamaah mushala Fisipol UGM.
Baca juga: Gus Yahya: NU Harus Terdepan Bimbing Masyarakat dalam Hal Agama“Gus Yahya memang pernah kuliah di jurusan sosiologi tahun 1984. Beliau terkenal dengan semangat dan pemikiran untuk beragama secara moderat,” tutur Wawan.
Meskipun tidak menamatkan pendidikan di Fisipol UGM, Wawan mengatakan bahwa Gus Yahya tetap menjalin komunikasi secara aktif dan melakukan dialog kultural dengan para kolega di Fisipol UGM hingga saat ini.
“Bangga dengan beliau pernah mengenyam pendidikan di Fisipol UGM dan menjadi ketua umum salah satu organisasi muslim terbesar di Indonesia. Gus Yahya memiliki peran besar dan menginspirasi dalam mendorong moderasi beragama, dialog lintas iman, dan perdamaian dengan nilai-nilai kemanusiaan,”paparnya.
(est)