LANGIT7.ID, Jakarta - The Royal Islamic Strategic Studies Centre (TRISC) telah merilis
500 tokoh muslim paling berpengaruh di dunia 2023. Dalam daftar tersebut, Presiden
Joko Widodo berada di urutan ke-13 dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU),
KH Yahya Cholil Staquf, di urutan ke-19.
TRISC adalah sebuah lembaga non-pemerintah dan independen yang berkantor pusat di Amman, Ibu Kota Kerajaan Yordania. Daftar itu dibuat berdasarkan pengaruh sang tokoh terhadap perkembangan Islam.
“Pengaruh adalah semua orang yang memiliki kekuatan (baik secara budaya, ideologi, keuangan, politik, atau lainnya) untuk membuat perubahan yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap muslim atau dunia muslim,” kata TRISC dalam buku The Muslim 500: The World’s 500 Most Influential Muslims 2023.
Baca Juga: Presiden Jokowi hingga Gubernur Khofifah Masuk Daftar 500 Tokoh Muslim Berpengaruh Se-Dunia
TRISC mencantumkan Jokowi karena dinilai sebagai pemimpin negara yang menguasai delapan warisan dunia. Dia juga disebut sebagai pemimpin yang memiliki 78 juta pengikut atau followers di media sosial.
Selain itu, TRISC juga menceritakan latar belakang Jokowi hingga menjadi Presiden Indonesia. Jokowi disebut sebagai ‘politikus bersih’. “Dia mendapat reputasi karena menjadi politikus ‘bersih’, menghindari kasus korupsi dan nepotisme yang menggoda kebanyakan politisi,” tulis TRISC.
Selain Jokowi, Indonesia juga diwakili Ketum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, yang menempati posisi ke-19. Dia disebut sebagai tokoh yang memimpin salah satu organisasi Islam terbesar di dunia dengan 90 juta pengikut dan 21 madrasah.
“Nahdlatul Ulama memiliki jaringan luas yang mencakup 30 wilayah dengan 339 cabang, 12 cabang khusus, 2.630 dewan perwakilan dan 37.125 dewan perwakilan cabang di seluruh Indonesia,” tulis TRISC.
Baca Juga: Rana Dajani, Ilmuwan Muslimah Paling Berpengaruh di Dunia
TRISC juga mengangkat profil Gus Yahya sebagai penasihat Presiden Joko Widodo. Dia disebut memberikan nasihat ke Jokowi dalam urusan agama, dalam negeri maupun internasional.
“Staquf ikut mendirikan perusahaan yang berbasis di AS organisasi Bayt ar-Rahmah li ad-Da’wa al-Islamiyah Rahmatan li al-‘Alamin dan the Center for Shared Civilizational Values pada 2021. Dua organisasi itu berfungsi untuk jaringan untuk perluasan operasional NU di Amerika Utara, Eropa dan Timur Tengah,” tulis TRISC.
Dalam daftar tersebut, urutan pertama di tempat Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud. Dia adalah Raja Arab Saudi sekaligus penjaga dua masjid suci umat Islam. Presiden Turki Recep Tayyib Erdogan menduduki posisi ke empat. Sementara, Presiden Uni Emirat Arab Mohammed bin Zayyed Al-Nahyan (MBZ) berada di posisi ke delapan.
(jqf)