LANGIT7.ID - Hari ini tak banyak
ilmuwan muslim yang diakui dunia, apalagi ilmuwan muslimah. Salah satu ilmuwan muslimah yang berpengaruh di dunia adalah Rana Dajani. Dia adalah ilmuwan Biologi Molekuler dari Universitas Hasyimiyah Yordania dengan segudang karya dan penghargaan.
Salah satu penelitiannya yang diakui dunia adalah penelitian tentang genetika populasi Sirkasia dan Chechnya serta dampak epigenetic dari trauma. Selain itu, Dajani memprakarsai pengembangan Hukum Etika Penelitian Sel Punca. Hukum itu dibuat berdasarkan hasil penelitian Dajani tentang diabetes dan kanker pada sel punca pada populasi etnis.
Rana Dajani telah diangkat menjadi Guru Besar Universitas Hasyimiyah sejak 2019. Dia telah menjadi inspirasi bagi mahasiswi untuk berkiprah di dunia medis.
Mengutip laman About Her, lulusan Fakultas Biologi dari University of Jordan ini juga kreatif dalam mengajar. Dia memasukkan seni saat mengajar biologi, biologi sel, biologi molekuler, dan bioinformatika kepada para mahasiswa.
Baca Juga: Muslimah Penemu Rapid Test COVID-19: Sains dan Islam Sejalan
Dajani telah mendapatkan gelar Ph.D dalam bidang Biologi Sel/Seluler dan Molekuler dari University of Iowa. Dia juga penganjur teori evolusi biologis dalam kaitannya dengan Islam di Amman Academy, dan Philadelphia University.
Dia juga menjadi Cendekiawan Tamu Zuzana Simoniova Cmelikova 2019-21 di Jepson School of Leadership Studies University of Richmond. Berbekal Eisenhower Fellowship, Dajani juga digelari profesor tamu di Pusat Sel Punca Yale Universitas Yale dan dosen tamu di Universitas Cambridge dan Pusat Terapi Sel Punca Jordan.
Muslimah yang Perjuangkan Hak-Hak PerempuanDajani merupakan ibu empat anak yang terus memperjuangkan pendidikan dan pemberdayaan perempuan. Itu dibuktikan dengan posisinya saat ini sebagai Presiden Cabang Yordania untuk Organisasi Wanita dalam Ilmu Pengetahuan untuk Dunia Berkembang. Melalui wadah ini, dia terus memberikan pelatihan penelitian bagi ilmuwan wanita.
Penasihat untuk Dewan Penasihat Wanita Yordania di PBB itu juga membuat program pendampingan bagi ilmuwan perempuan di dunia Arab. Program itu dibentuk sebagai jawaban atas rendahnya keterwakilan perempuan di dunia akademis dan dunia profesionalisme. Upaya itu membuat Dajani mendapatkan penghargaan PEER 2014.
Baca Juga: Jarang Dikenal, Ini 7 Muslimah Hebat dari Masa ke Masa
Penulis yang ProduktifBuku Dajani paling terkenal adalah
Five Scarves: Doing the Impossible. Buku itu mengupas tentang rintangan yang dihadapi perempuan di dunia akademis dari segi budaya, agama, dan disiplin ilmu. Buku itu juga menyoroti tantangan perempuan di berbagai bidang kehidupan.
Dajani juga menulis di Majalah Nature tentang pendidikan dan perempuan di dunia Arab. Pakar sekaligus penulis sains itu menyelenggarakan KTT gender pertama untuk dunia Arab pada 2017.
Dajani juga mendirikan
We Love Reading untuk memajukan pendidikan di dunia Arab. Organisasi itu dibentuk untuk menumbuhkan kecintaan membaca pada anak-anak muda di dunia Arab. Organisasi ini mendorong anak muda membaca dengan suara keras di ruang publik. Dari situ pula banyak perpustakaan berdiri di seluruh Yordania.
Baca Juga: Muslimah Asal Denmark Ciptakan Cincin untuk Katup Jantung Bocor
Raih Segudang PenghargaanUpaya Dajani membantu pengungsi dan anak-anak Yordania agar rajin membaca, membawanya mendapat banyak penghargaan. Dia diganjar penghargaan oleh UNHCR Timur Tengah, Penghargaan Star for Impact 2015, Penghargaan WISE untuk inovasi dalam Pendidikan, dan Penghargaan Sosial Dunia Arab 2009, dan Penghargaan Inovator oleh Synergos.
Selain itu, muslimah yang saat ini menjabat sebagai Presiden Masyarakat untuk Kemajuan Sains dan Teknologi di dunia Arab itu masuk dalam 100 Wanita Arab Paling Berpengaruh 2015. Dia juga telah mengisi seminar di TEDx, menulis buku ‘
Five Scarves: Doing the Impossible’, dan pendiri organisasi nirlaba
We Love Reading.
Dalam rentang waktu 2017-2018, Dajani termasuk di antara tujuh orang yang menerima Penghargaan IIE Global Changemaker. Dia juga menerima Ordo Al Hussein untuk Kontribusi Terhormat Kelas Kedua.
Baca Juga: 7 Ilmuwan Masuk Islam, Beriman Usai Geluti Penelitian SainsDia juga mendapatkan Penghargaan Institut Kanker dan Bioteknologi King Hussein Cancer 2009, penghargaan
Women in Science Hall of Fame 2015 kedutaan Amerika, dan penghargaan
Jordan Star of Science dalam kategori biologi.
Selain itu, Muslimah berpengaruh ini menjadi sosok di balik media-media besar seperti
Arabian Business, CEO
Middle East and Muslim Science.(jqf)