LANGIT7.ID, Yogyakarta - Sebanyak 62 santri dan 12 pembina dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Pesantren Bumi Cendekia Yogyakarta terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka diisolasi di rumah susun asrama Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM yang difungsikan sebagai selter penanganan corona.
Rusun tersebut baru diresmikan pada Juli 2021. Dalam upaya penanganan corona, pihak PIAT UGM menyerahkan rusun itu kepada Satgas Covid-19 Yogyakarta untuk mengisolasi pasien positif yang memerlukan fasilitas isolasi khusus dengan pemantauan dari tenaga kesehatan.
Baca Juga: Vaksinasi di Miftahul Ulum, Wagub Jabar Ingatkan Tri Program PesantrenTaryono menjelaskan, rusun asrama PIAT UGM itu terletak di Kelurahan Kalitirto, Berbah, Sleman, dan merupakan fasilitas untuk mahasiswa dan peneliti PIAT UGM. Selter ini memiliki 43 kamar dan mampu menampung hingga 76 pasien.
Para santri tersebut mulai menempati fasilitas isolasi terpadu PIAT UGM setelah dirujuk dari Puskesmas Mlati 2, Yogyakarta. Rusun asrama PIAT UGM menjadi satu dari delapan fasilitas hunian yang disiapkan sebagai selter isolasi terpadu bagi pasien corona bergejala ringan.
“Kemarin ada 74 orang yang masuk untuk menghuni rusun, mereka adalah siswa dan juga beberapa pengelola pondok,” kata Kepala PIAT UGM, Taryono, dikutip laman resmi UGM, Kamis (26/8/2021).
Baca Juga: Pertamina Lubricants Luncurkan Program ESS, Latih Santri di Bidang PerbengkelanPara pasien yang melakukan isolasi di selter ini mendapatkan fasilitas obat-obatan, peralatan mandi, serta makan tiga kali sehari. Kemudian ada tenaga kesehatan yang selalu berjaga di selter. pasien juga bisa beraktivitas seperti olahraga atau senam bersama di area yang telah disediakan.
Tenaga medis yang bertugas di selter meliputi dokter, perawat, serta apoteker yang ditempatkan oleh Satgas Covid-19 DIY. Selain itu, pihak PIAT UGM juga berkoordinasi dengan Badan Nasional penanggulangan Bencana (BNPB) dengan penanggung jawab Kodim Gunungkidul sebagai pengelola.
Pihak PIAT UGM membuat sejumlah pengaturan area untuk mencegah penularan dari penghuni ke masyarakat atau civitas UGM yang beraktivitas di kawasan PIAT. PIAT membuat pengaturan jam kerja untuk membatasi jumlah pegawai beraktivitas di kawasan tersebut di waktu yang sama.
Baca Juga: Biaya Bukan Kendala untuk Mondok di Al-Bahjah, Buya Yahya: Cukup Modal Semangat dan Kemandirian“Harapannya adik-adik siswa bisa menjalani isolasi dengan nyaman, sehingga cepat pulih kembali tanpa ada perburukan kondisi dan bisa segera kembali ke pesantren,” ucap Taryono.
Baca Juga:
Childfree Produk Feminisme, Konsep Gagal Gambarkan Keluarga Ideal
Kodam Brawijaya Sebar 38.000 Vaksin untuk Pesantren di Jawa Timur(asf)