LANGIT7.ID - , Jakarta - Program kajian El Medina Syeikh Ali Jaber Rahimahullah (El Medina) genap berjalan dua tahun. Kegiatan dan kiprah El Medina dimulai setelah ustaz kharimatik
Syeikh Ali Jaber wafat pada 14 Januari 2021 lalu.
Program-program El Medina meliputi fokus pada Al Qur’an sebagai sumber keberkahan dan “
healing” bagi umat muslim, khususnya perempuan.
Baca juga: Menilik Konsep Ekonomi Hijau Berdasarkan Sains dan Kajian IslamFounder sekaligus Executive Director El Medina, Deva Rachman, mengemukakan program ini hadir untuk meneruskan perjuangan Syeikh Ali Jaber dan untuk meraih keridhaan Allah juga keberkahan
Al Qur'an.
“El Medina memulai program dengan hal yang simple tapi mengena pada anggotanya yaitu, memulai dan menutup hari dengan Al Qur’an. Setiap hari kami membuka tilawah harian dengan peserta yang alhamdulillah saat ini konstan selama dua tahun terakhir. Saya bersyukur bahwa Allah memberikan keberkahan waktu dan mengizinkan kami berjuang mendekatkan diri pada Al Qur’an”, kata Deva Rachman, istri Syeikh Ali Jaber.
Selain kelas tilawah, lanjut Deva, El Medina menghadirkan kelas tahsin online, kajian bulanan offline, kelas kajian kitab-kitab fikih dan mashur yang dipandu oleh lulusan-lulusan santri yang mumpuni.
Baca juga: Ahmad Dahlan Pernah Dijuluki Kiai Wal Ashri karena Kajiannya“Kami juga hadirkan ustaz dan ustazah yang memiliki hafalan 30 juz untuk tilawah juga menghadirkan Ummu Fahad serta beberapa anggota keluarga Syeikh Ali Jaber untuk kelas Tahseen,” tambah Deva.
Anggota dan pengikut kajian El Medina berasal bukan hanya dari DKI Jakarta tapi dari seluruh Indonesia dan beberapa negara lain seperti Singapura, Jerman, Spanyol, Amerika dan lainnya.
Peserta El Medina banyak terdiri dari kalangan profesional swasta dan juga wiraswasta serta purba bakti. Hadirnya El Medina semasa awal Covid menjadi pilihan baru karena selain full online, topik-topik yang dibahas terkait hal keseharian amat relevan bagi pesertanya.
Baca juga: Pokok-pokok Kajian Ahad: Merendahkan Nafsu, Meninggikan Ketaatan“Kami berharap perjuangan ini mendapatkan keridhaan Allah dan dimudahkan untuk memahami Al Qur’an” tutup Deva.
(est)