LANGIT7.ID, Jakarta - Pilih-pilih
masjid untuk salat berjamaah ini masih sering dilakukan oleh umat Islam. Salah satu alasannya karena mereka tidak menemukan kecocokan dengan masjid tertentu.
Kaum muslim memang diperintahkan untuk
salat berjamaah di masjid. Namun, masalah kecocokan menjadikan sebagian muslim bahkan lebih memilih masjid yang letaknya lebih jauh dari rumah mereka.
Lantas apa hukum pilih-pilih masjid untuk salat berjemaah ini?
Baca Juga: Wagub Jateng Minta Takmir Tak Larang Anak-anak Bermain di MasjidPendakwah
Ustaz Adi Hidayat (UAH) menjelaskan, muslim yang memilih masjid tertentu karena merasa ada kecocokan. Baik dari segi muatan dakwah, jemaah, dan lainnya, dianjurkan untuk konsisten melakukannya. "Anda konsisten di masjid yang Anda sudah senangi dan merasa nyaman," kata UAH dikutip dari penggalan kajiannya, Rabu (22/2/2023).
Namun disaat yang bersamaan, lanjut UAH, konsistensi itu tidak boleh menghalangi seseorang untuk membantu di masjid lain. Salah satunya memberikan pencerahan di masjid yang mungkin memang dianggap masih ada kekurangan. "Berikan bantuan kepada masjid yang masih butuh pencerahan, sehingga ada keluasan informasi di situ," ujarnya.
Adapun langkah yang mesti diperhatikan adalah dengan tidak memberikan informasi ke masjid dan menyalahkan terkait hal-hal tertentu.
Baca Juga: Tidak Ada Kotak Amal di Masjidil Haram dan Masjid NabawiAllah SWT berfirman, "Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk." (QS. An-Nahl: 125).
Pendiri Quantum Akhyar Institute itu menambahkan, cara terbaik untuk memberikan pencerahan terhadap kekeliruan adalah dengan mengadakan majelis ilmu di masjid tersebut. "Bikin pengajian, Anda bantu undang ustaznya. Harapannya ada wawasan yang bisa kita dapatkan, yang menerangkan nanti," ucap UAH.
"Termasuk mengisi kajian tentang keutamaan berjemaah misalnya, atau tentang merapatkan saf. Memang bukan Anda memberikan informasinya, tapi Anda menjadi perantaranya, dan itulah hikmah," tambah UAH.
Baca Juga:
Menag: Isra Miraj Tonggak Lahirnya Ibadah Salat Lima Waktu
5 Ragam Bacaan Doa Iftitah Lengkap Bahasa Arab dan Artinya(gar)