LANGIT7.ID - , Jakarta -
Universitas Airlangga berhasil melahirkan 1.320 lulusan terbaiknya dari berbagai program studi pada Sabtu (4/3/2023) lalu di Airlangga Convention Centre (ACC) Unair Kampus C.
Dalam setiap gelaran wisuda Unair selalu terselip kisah-kisah menarik dan inspiratif dari para lulusannya. Seperti yang dikisahkan
wisudawan Unair asal
Gaza, Palestina, Ahmed Eliaan Shaker Abuajwa.
Baca juga: Kisah Inspiratif Kapolda Jambi Selamat dari Kecelakaan, Rutin Puasa Senin-KamisMenjadi seorang
dokter adalah impian Ahmed sejak kecil. Meski berbagai rintangan ada di depan mata, tak menyurutkan semangat Ahmed untuk mewujudkannya mimpinya tersebut. Terlebih, sang ibunda mendukung penuh Ahmed untuk meraih cita-citanya.
“Saat saya berusia sekitar sepuluh tahun, ibu memanggil saya dengan sebutan Dokter Ahmed. Dan saya sadar bahwa saya harus berjuang dan belajar sebaik-baiknya karena saya tahu bahwa masuk ke fakultas kedokteran di mana saja membutuhkan perjuangan yang luar biasa,” kisah Ahmed di gelaran wisuda Unair.
Ahmed pun menceritakan semasa dirinya duduk di bangku sekolah setingkat SMA di Gaza, di mana ia mengalami kepahitan. Pasalnya, sekolah tempatnya belajar tercatat pernah mengalami kehancuran sebanyak tiga kali.
“Alhamdulillah, kami sebagai murid-murid di Gaza tetap semangat untuk menjalani kegiatan belajar mengajar,” kata Ahmed, dikutip dari laman Unair, Senin (6/3/2023).
Baca juga: Kisah Inspiratif Bidan Nurul, Mengabdi Sepenuh Hati di Pelosok GowaSelepas lulus SMA di negara asalnya, ia mendapatkan beasiswa di salah satu universitas di Sudan. Namun sayang, kesempatan tersebut terhalang lantaran sulitnya akses ke luar dari negaranya, Palestina.
Satu tahun berlalu, hambatan berupa kesulitan akses tersebut berhasil ia lalui. Ahmed selanjutnya dapat merasakan pendidikan singkat selama satu semester di Sudan, sebelum akhirnya tempatnya belajar itu terpaksa ditutup secara permanen.
“Saya mulai satu semester di fakultas kedokteran di salah satu universitas di Sudan. Namun sayangnya, karena terdapat suatu masalah, universitas tersebut ditutup secara keseluruhan,” terangnya.
Kondisi tersebut tak membuat Ahmed putus asa, justru ia semakin terpacu dan bersemangat untuk mengejar mimpinya. Ahmed pun mencoba mencari-cari beasiswa yang memberikan akses untuk mengenyam pendidikan bidang kedokteran.
Setelah melalui proses pencarian yang cukup panjang, akhirnya ia memutuskan untuk melamar beasiswa di Universitas Airlangga.
Baca juga: Kisah Inspiratif Atlet Mo Farah, Sempat Dijual Sebagai ART di Inggris“Saya mencoba
apply di Unair dan Alhamdulillah saya diterima sebagai mahasiswa kedokteran di Unair,” ujar Ahmed.
Ahmed percaya keberadaannya di Unair adalah takdir yang digariskan Allah SWT. Sehingga menjadi mahasiswa di negeri dengan kultur yang sama sekali berbeda dengan tempat asalnya adalah hal yang tidak pernah ia pikirkan.
(est)