KH Cholil Nafis: Agama dan Busana Adat Bisa Berkolaborasi Saling Melengkapi
fajar adhityaSelasa, 14 Maret 2023 - 11:45 WIB
KH Cholil Nafis (Foto: Istimewa)
LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis mengatakan bahwa agama dan budaya tak mesti dipertentangkan. Keduanya bisa berkolaborasi dan saling melengkapi satu sama lain.
KH Cholil Nafis merespons penggunaan busana adat Bali di sekolah yang dipersoalkan senator Bali, Arya Wedakarna. Dalam sebuah video yang viral di media sosial, Arya yang melakukan sidak di salah satu sekolah menyoroti ketidak disiplinan siswa dalam menerapkan pemakaian busana adat Bali.
“Pakaian adat tetap bsia dilaksanakan, tetapi menghormati dengan ajaran agama lain,” kata Kiai Cholil dalam pesan suara yang diterima Langit7.id.
Kiai Cholil mengatakan, penggunaan busana adat daerah bisa disesuaikan dengan ketentuan agama Islam. Dia mencontohkan penggunaan busana kebaya gaya Jawa yang bisa dipadukan dengan jilbab.
“Sekarang orang pakai kebaya dan menutup aurat, begitu juga pakaian Bali, saya pikir bisalah,” ujar Kiai Cholil
“Jadi kita menghormati masing-masing adat sekaligus mneghormati kehadiran beragamanya, bisa disesuaikan kok, tidak harus dipertentangkan adat dengan agama,” imbuhnya.
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”