LANGIT7.ID, Jakarta - MayWay Digital Health, sebuah perusahaan spin-out dari University of Dundee mengembangkan sebuah program “
Diabetes and Ramadhan”. Program tersebut dikembangkan untuk membantu umat Islam penderita diabetes agar aman berpuasa selama Ramadhan.
Selama Ramadhan, pasien yang memiliki diabetes berisiko mengalami peningkatan komplikasi kesehatan seperti gula darah rendah, ketoacidosis diabetic, dan dehidrasi. Maka itu, meningkatkan manajemen diri dan kesadaran akan risiko yang terkait dengan puasa sangat penting.
MyWay telah melakukan uji coba program sebelum Ramadhan 2022 dan berhasil mendapatkan umpan balik positif dari pasien dan profesional kesehatan. Saat ini, ada dua kursus
online gratis, yaitu satu untuk muslim yang memiliki diabetes dan akan berpuasa selama Ramadhan.
Baca Juga: Waspada Diabetes pada Anak, Ikuti Langkah Pencegahan IniSatu kursus
online lainnya diperuntukkan untuk para profesional kesehatan. Kursus ini tersedia dalam bahasa Inggris, Melayu, dan Arab. Ada pula sumber daya lainnya yang mencakup konten
online mandiri dan sesi tanya jawab langsung.
Kursus itu dikembangkan oleh MyWay bekerjasama dengan
Diabetes and Ramadhan International Alliance, sebuah perusahaan nirlaba yang bertujuan mengurangi ketidak setaraan kesehatan melalui akses ke informasi perawatan kesehatan.
Kolaborator lainnya termasuk University of Edinburgh, University of Putra Malaysia, British Islamic Medical Association (BIMA), dan beberapa dewan kesehatan Inggris.
Baca Juga: Indonesia Urutan Kelima dengan Kasus Diabetes Terbanyak di DuniaPresiden BIM, Dr Salman Waqar, mengatakan, Ramadhan sangat penting dan memiliki banyak manfaat untuk seluruh umat muslim di dunia, tetapi bagi sebagian orang, seperti penderita diabetes, ada kendala yang harus dilalui. Bukan hanya pasien, tenaga kesehatan mungkin tidak tahu cara terbaik untuk beradaptasi.
“Dokter, perawat, profesional kesehatan lainnya mungkin tidak memahami semua masalah seputar Ramadhan, terutama di negara seperti Inggris yang menempatkan muslim sebagai minoritas, dan para profesional mungkin tidak diajarkan hal ini dalam pelatihan mereka,” kata Dr Salman, dikutip
Islamchannel, Rabu (15/3/2023).
“Secara keseluruhan, ini dapat menyebabkan ketidaksetaraan bagaimana muslim dengan diabetes mengalami perawatan kesehatan,” kata dia melanjutkan.
Baca Juga: 5 Alasan Konsumsi Gula Berlebih Tak Baik untuk KesehatanManajemen mandiri diabetes memiliki potensi untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dan menghemat biaya layanan kesehatan setiap tahun. Riset diabetes, terutama yang berfokus pada populasi kulit putih dengan keturunan Eropa menunjukkan adanya kesenjangan kesehatan.
Namun, University of Dundee yang juga terlibat dalam upaya mengatasi perbedaan tersebut menemukan bentuk yang berbeda dari diabetes tipe dua di Asia Selatan yang menjadi sebuah perkembangan penting yang secara langsung mempengaruhi pengobatan dan prognosis.
(jqf)