LANGIT7.ID, Jakarta - Ada 5 alasan mengonsumsi
gula berlebih tak baik untuk kesehatan. Masalah ini berlaku untuk seluruh kalangan usia, bukan hanya pada mereka yang berusia lanjut.
Sebenarnya, mengonsumsi gula baik untuk tubuh asalkan dalam jumlah kecil. Sebab bila terlalu banyak, dapat menyebabkan penambahan berat badan, jerawat,
diabetes tipe 2, dan berbagai kondisi lainnya.
Melansir
healthline, berikut 5 alasan mengonsumsi makanan mengandung banyak gula tidak baik bagi kesehatan:
Baca Juga: Diabetes Mengintai, Pemerintah Diminta Terapkan Cukai untuk Minuman Berpemanis1. Kenaikan Berat BadanBerdasarkan jurnal di US National Institutes of Health's National Library of Medicine, bukti menunjukkan bahwa tingkat obesitas yang meningkat di seluruh dunia disebabkan oleh asupan gula berlebih.
Asupan itu terutama bersumber dari minuman manis. Di antaranya seperti soda, jus, dan teh manis sarat dengan fruktosa, dan sebagainya.
Selain itu, penelitian pada hewan menunjukkan, mengonsumsi fruktosa berlebih dapat menyebabkan resistensi terhadap leptin, yaitu hormon penting yang mengatur rasa lapar dan memberi tahu tubuh untuk berhenti makan.
Dengan kata lain, minuman manis tidak menahan rasa lapar, sehingga mendorong orang untuk terus makan dan meningkatkan kalorinya. Hal inilah yang dapat menyebabkan penambahan berat badan.
2. Risiko Penyakit JantungDiet tinggi gula telah dikaitkan dengan peningkatan risiko berbagai penyakit. Salah satunya penyakit jantung sebagai penyebab kematian nomor satu di seluruh dunia.
Bukti menunjukkan, diet tinggi gula dapat menyebabkan obesitas, peradangan, serta trigliserida tinggi, gula darah, dan tingkat tekanan darah. Semua hal inilah yang menjadi faktor risiko penyakit jantung.
Dilansir frontiersin.org, sebuah penelitian di Swedia menunjukkan bahwa individu yang mengonsumsi lebih banyak gula memiliki risiko penyakit jantung dan komplikasi koroner lebih besar.
3. Jerawat Diet tinggi karbohidrat olahan, termasuk makanan dan minuman manis, juga telah dikaitkan dengan risiko lebih rentan jerawat.
Mengonsumsi makanan manis dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah dan insulin. Hal ini menyebabkan peningkatan sekresi androgen, produksi minyak, dan peradangan, di mana semuanya berperan dalam perkembangan jerawat.
4. Risiko Diabetes Tipe 2Secara tidak langsung, mengonsumsi gula dalam jumlah besar dapat meningkatkan risiko diabetes. Dengan berkontribusi pada penambahan berat badan dan peningkatan lemak tubuh, kedua faktor inilah yang merupakan risiko untuk mengembangkan diabetes.
Obesitas yang sering disebabkan oleh konsumsi gula secara berlebihan, dianggap sebagai faktor risiko terkuat untuk diabetes.
Terlebih, konsumsi gula secara berkepanjangan mendorong resistensi terhadap insulin, hormon yang diproduksi oleh pankreas yang mengatur kadar gula darah. Resistensi insulin ini menyebabkan kadar gula darah meningkat dan sangat meningkatkan risiko diabetes.
5. Menguras EnergiMakanan tinggi gula dapat dengan cepat meningkatkan kadar gula darah dan insulin. Kemudian, hal ini akan mengarah pada peningkatan energi.
Namun, produk yang sarat dengan gula tapi kurang protein, serat, atau lemak, menyebabkan peningkatan energi singkat. Beriringan dengan itu pula, terjadi penurunan tajam gula darah.
Ketika seseorang mengalami perubahan gula darah yang konstan, maka akan menyebabkan fluktuasi besar dalam tingkat energi. Nah, untuk menghindari siklus yang menguras energi ini, maka pilihlah sumber karbohidrat yang rendah gula dan kaya akan serat.
(bal)