LANGIT7.ID - , Jakarta -
Kementerian Kesehatan menyebutkan Indonesia menjadi negara ketiga dengan konsumsi gula tertinggi di ASEAN yang menyebabkan
diabetes pada masyarakat.
Fakta tersebut selaras dengan data International Diabetes Federation (IDF) 2021 yang mengatakan bahwa Indonesia menduduki peringkat kelima sebagai negara dengan kasus diabetes terbanyak di dunia.
Baca juga: Selain Diabetes Ini Penyebab Telapak Tangan Gatal, Bukan Bakal Dapat UangMenurut Cut Memey, Penyanyi sekaligus Brand Ambassador STRONG Nation™ di Indonesia, kadar gula yang dibutuhkan setiap hari tidaklah banyak.
"Berdasarkan informasi dari Kemenkes RI, konsumsi gula per hari idealnya 50gram (setara 4 sendok makan) saja. Namun, saat ini sepertinya cukup banyak masyarakat yang mengonsumsi gula lebih dari angka tersebut." kata Cut Memey dalam keterangan siaran pers STRONG Nation™ yang diterima LANGIT7.ID, Kamis (26/1/2023).
Menurut data BPS, rata-rata konsumsi gula putih per kapita per minggu masyarakat Indonesia mencapai 1.123gram pada tahun 2021, yang berarti satu orang di Indonesia mengonsumsi gula pasir sebanyak 160gram dalam sehari.
"Dengan banyaknya makanan dan minuman kemasan serta tren minuman manis yang beredar saat ini, masyarakat harus semakin cerdas ketika mengonsumsi makanan dan minuman manis serta semakin berhati-hati menjaga pola konsumsi untuk menjaga kesehatan," tambah Cut Memey.
Baca juga: Diabetes Mengintai, Pemerintah Diminta Terapkan Cukai untuk Minuman BerpemanisSementara Peneliti Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Sudikno, masyarakat perlu menerapkan pola hidup sehat.
"Untuk menurunkan risiko hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung koroner dan obesitas, masyarakat harus menerapkan pola hidup sehat, mengontrol pola makan dan olahraga. Setiap individu diharapkan memperhatikan asupan gizi dan mengonsumsi makanan yang bergizi.” kata Sudikno.
(est)