LANGIT7.ID, Jakarta - Kasus penyakit
diabetes tidak hanya menyerang orang dewasa, melainkan juga ana-anak. Sehingga orang tua harus mulai meningkatkan kewaspadaan sekaligus memberikan edukasi kepada anak sebagai langkah pencegahan.
Dosen Departemen Biostatistik, Epidemiologi, Kesehatan Populasi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM, Lastdes Cristiany Friday Sihombing menyebut, ada beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai langkah pencegahan diabetes pada anak. Di antaranya seperti menerapkan pengaturan pola makan sehat bagi anak.
Bahkan, pencegahan penyakit diabetes pada
anak sudah bisa dilakukan sedini mungkin. Penerapan pola makan sehat bisa dilakukan sejak awal anak mulai mengonsumsi makanan atau diberikan
makanan pendamping asi (MPASI).
Baca Juga: Indonesia Urutan Kelima dengan Kasus Diabetes Terbanyak di Dunia"Nanti ketika memasuki usia 6 bulan ke atas, anak diperkenalkan dengan makanan padat termasuk kandungan tambahan pangan seperti gula dan garam," kata Cristiany dikutip dari laman UGM, Selasa (7/2/2023).
Di usia 6 bulan ke atas tersebut, lanjutnya, orang tua juga harus betul-betul memperhatikan pemberian gula dan garam bagi anak. Adapun gula dan garam tak perlu sampai terlalu banyak sampai memberikan rasa yang terlalu kuat, tapi hanya sebatas memperkenalkan rasa asin dan manis pada anak.
"Anak-anak kalau dikenalkan dengan rasa yang signifikan baik asin, manis, maupun gurih akan cenderung ketagihan memilih makanan tersebut. Sehingga orang tua harus bisa mengatur dan membatasi konsumsi gula dan garam pada anak," ujarnya.
Pasalnya bila terlalu berlebihan, anak cenderung sulit meninggalkan keduanya. Di mana sifat dan kebiasaan akan keinginan terhadap gula dan garam akan terus terbawa seiring bertambahnya usia.
Baca Juga: Fakta Tepung dan Gula, Bisa Timbulkan Gangguan Kesehatan"Kalau anak sudah terbiasa mengonsumsi gula dan garam, maka akan terbawa sampai dewasa dan sulit dihilangkan," ucapnya.
Dia juga menekankan agar para orang tua dapat memberikan edukasi kepada anak-anaknya, terutama urusan jajan di luar rumah. Terlebih, generasi anak sekarang memang hidupnya bersentuhan langsung dengan ragam produk snack komersil yang mudah didapatkan.
"Tidak dipungkiri anak-anak saat ini tumbuh dalam paparan tinggi akan jajanan kekinian. Di mana mengandung banyak gula maupun garam, serta kemudahan akses memperoleh berbagai makanan tersebut," tuturnya.
Adapun konsumsi gula yang dianjurkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yaitu sekitar 4 sendok makan per hari untuk orang dewasa. Sedangkan pada anak-anak hanya membutuhkan 6 sendok teh per hari.
Baca Juga: 5 Efek Minum Kopi Setiap Hari, Ada Pengaruh Buruknya JugaSementara anjuran konsumsi garam bagi orang dewasa adalah 1 sendok teh per hari. Untuk usia lebih muda atau anak-anak hanya membutuhkan lebih sedikit dari orang dewasa.
"Diabetes pada anak juga dapat dicegah dengan mengenalkan serta membiasakan anak untuk melakukan aktivitas fisik atau olahraga," lanjutnya.
Aktivitas fisik tersebut tak hanya berguna untuk mencegah diabetes, tapi juga mendorong pertumbuhan dan metabolisme tubuh anak menjadi lebih baik. Namun sayangnya, masih banyak orang tua yang belum memperhatikan pentingnya aktivitas fisik bagi anak.
Data Indonesian Report Card On Physical Activity for Children & Adolescents 2022 menunjukkan aktivitas jasmani anak-anak di Indonesia termasuk rendah. Dalam laporan tersebut disebutkan kurang dari 20 persen jumlah populasi anak-anak yang memenuhi kebutuhan aktivitas jasmani.
"Kondisi pandemi kemarin juga membuat anak-anak tidak banyak melakukan aktivitas luar ruangan dan kurang gerak. Ini mungkin juga menjadi salah satu faktor yang meningkatkan angka diabetes pada anak di tanah air," tambahnya.
Baca Juga:
Cara Jaga Kesehatan Jantung Lahir dan Batin Ala dr Zaidul Akbar
5 Alasan Konsumsi Gula Berlebih Tak Baik untuk Kesehatan(gar)