LANGIT7.ID - , Jakarta - Perkembangan teknologi digital menjadi jalan
media sosial lekat dengan kehidupan manusia. Mengunggah kegiatan sehari-hari di media sosial menjadi hal yang wajar dilakukan.
Hanya saja, pada kenyataannya, banyak orang yang mengunggah kehidupan pribadi hingga membuka
aib dan perbuatan
maksiat. Mabuk-mabukan, berjudi, mengonsumsi makanan haram diumumkan secara terbuka hingga menjadi konsumsi publik.
Baca juga: Sikap Bijak Muslimah, Jangan Adukan Aib Suami ke Orang LainMubalig dan pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Yogyakarta, Miftah Maulana Habiburrahman atau
Gus Miftah mengatakan dosa dan aib itu ditutupi bukan diviralkan.
Dalam sebuah hadist disebutkan,
كُلُّ أُمَّتِي مُعَافًى إِلَّا الْمُجَاهِرِينَ وَإِنَّ مِنْ الْمُجَاهَرَةِ أَنْ يَعْمَلَ الرَّجُلُ بِاللَّيْلِ عَمَلًا ثُمَّ يُصْبِحَ وَقَدْ سَتَرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ فَيَقُولَ يَا فُلَانُ عَمِلْتُ الْبَارِحَةَ كَذَا وَكَذَا وَقَدْ بَاتَ يَسْتُرُهُ رَبُّهُ وَيُصْبِحُ يَكْشِفُ سِتْرَ اللَّهِ عَنْهُ
Artinya: “Setiap umatku akan mendapat ampunan, kecuali mujahirin (orang-orang yang terang-terangan berbuat dosa). Dan yang termasuk terang-terangan berbuat dosa adalah seseorang berbuat (dosa) pada malam hari, kemudian pada pagi hari dia menceritakannya, padahal Allah telah menutupi perbuatannya tersebut, yang mana dia berkata, “Hai Fulan, tadi malam aku telah berbuat begini dan begitu.”
Sebenarnya pada malam hari Rabb-nya telah menutupi perbuatannya itu, tetapi pada pagi harinya dia menyingkap perbuatannya sendiri yang telah ditutupi Allah tersebut.” (HR Bukhari dan Muslim).
Baca juga: Ghibah Perbuatan Keji, Ini 6 Cara Menghindarinya"Janganlah kamu meremehkan dosa-dosa kecil. Sebab kebakaran terdahsyat disebabkan oleh percikan-percikan api kecil," kata Gus Miftah dalam unggahan di Instagram @gusmiftah, dikutip Senin (20/3/2023).
"Satu di antara dosa terburuk adalah ketika seseorang menganggap remeh dosanya. Ingat dosa dan aib itu ditutupi bukan diviralkan" tambahnya.
Sejatinya, mengumbar aib adalah dilarang, baik cela diri sendiri ataupun orang lain. Mengumbar aib di media sosial bisa menjadi dosa yang berlipat-lipat, karena memungkinkannya tersebar luas.
Gus Miftah pun menekankan untuk malu saat berbuat dosa di hadapan umum atau bahkan dibuka untuk publik. Namun, lanjutnya, jangan malu untuk menunjukkan keimananmu.
Baca juga: Belajar dari Syekh Hatim, Pura-Pura Tuli demi Jaga Aib Orang(est)