LANGIT7.ID - , Jakarta -
Ghibah diartikan sebagai tindakan menggunjingkan orang lain atas perbuatan yang dilakukannya. Perilaku ini bersifat buruk karena mengakibatkan dampak negatif bagi pelakunya.
Dai asal Riau
Ustaz Abdul Somad menjelaskan, ghibah diambil dari kata
ghaabaha,
yaghiibu ghaiban yang berarti ghaib artinya tak nampak. Menurutnya, perilaku ghibah ialah menyebut
aib seseorang ketika dia tidak ada.
Baca juga: Jaga Lisan, Ghibah di Bulan Ramadhan Dosanya Lebih Besar"Saat seseorang mempunyai teman senang menyebut aib orang lain di hadapanmu, berhati-hatilah ketika engkau tidak ada. Maka aibmu yang akan disebutkan dihadapan orang lain," jelas Ustaz Abdul Somad dalam akun YouTube Kun Ma Alloh dikutip Sabtu (10/9/2022).
Larangan ghibah ini tertuang dalam Al-Qur'an surat
Al Hujurat ayat 12, Allah Ta'ala berfirman:
Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan kecurigaan karena sebaian kecurigaan itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjungkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah Ta'ala, sesungguhnya Allah Ta'ala Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang." (QS. Al Hujurat: 12).
Dilansir dari berbagi sumber, berikut ini beberapa cara menghindari perilaku ghibah dalam Islam:
Baca juga: Risty Tagor Ajak Berhenti Ghibah Lewat Lagu Religi
1. Berkumpul dengan Orang-Orang Baik
Pergaulan menjadi salah satu faktor yang memberikan pengaruh bagi kehidupan sehari-hari. Saat berkumpul dengan orang-orang yang mempunyai kebiasaan buruk maka perlahan ikut terpengaruh, dan melakukan hal-hal buruk. Begitu pun sebaliknya.
Artinya, jika seseorang ingin menghindari perilaku ghibah maka yang harus dilakukan adalah menghindari orang-orang yang gemar berghibah.
2. Introspeksi Diri
Setiap orang pastinya memiliki kesalahan atau aib tersendiri. Dengan begitu, sebelum menggunjingkan orang lain lihatlah diri sendiri apakah sudah baik dari pada orang lain.
Berintrospeksi diri menjadi salah satu cara mencegah kebiasaan ghibab. Cukup dengan membayangkan posisi kita yang dibicarakan oleh orang lain.
3. Jaga Lidah dan Jari
Cara menghindari ghibah selanjutnya, dengan melakukan kontrol lidah dan jari. Selain menjaga lisan agar tidak melakukan ghibah, saat ini juga perlu menjaga jari di media sosial melalui komentar negatif.
Baca juga: Belajar dari Syekh Hatim, Pura-Pura Tuli demi Jaga Aib OrangTerlebih saat ini banyak yang menggunakan media sosial untuk kebutuhan sosialnya mulai dari anak-anak hingga orang tua.
4. Tanamkan Pikiran Positif
Perilaku ghibah dapat dipicu oleh pikiran negatif tentang seseorang dan berakhir membicarakan orang tersebut. Karenanya agar terhindari dari perilaku ghibah, Sahabat Langit7 dapat menanamkan pemikiran positif untuk menghindari dosa.
5. Sadari Ghibah adalah Perilaku Buruk
Untuk menghindari perilaku ghibah Sahabat Langit7 harus menyadari bahwa ghibah adalah perbuatan yang dilarang oleh Allah Ta'ala. Karena keburukan yang didapat hanya bagi orang yang menjadi bahan pembicaraan tetapi juga bagi yang melakukan ghibah.
(est)