LANGIT7.ID, Jakarta - Pendakwah kondang Tanah Air, Ustaz Khalid Basalamah mengatakan, jika ada seseorang yang menggibahkan diri kita dan menyebar aib. Maka sebaiknya kita tidak balik menyerangnya, melainkan memaafkan saja.
"Kalau ada orang menggibah kita, memfitnah kita, mengambil hak kita, maka yang paling pertama kita disuruh maafkan," kata Ustaz Khalid dikutip di kanal KajianKeluargaIslam, Kamis (1/12/2022).
Pemuka agama lulusan Universitas Islam Madinah ini mengungkapkan bahwa memaafkan seorang penggibah jauh lebih baik daripada harus meladeninya. Sebab tidak ada untungnya menanggapi orang yang bersifat demikian.
Baca Juga: Sunnah Ucapkan Kalimat Istirja Ketika Tertimpa Musibah"Tidak usah khawatir, Allah Maha Adil. Kalau dia tidak minta maaf dengan kita, hukuman Allah tetap datang sama dia walaupun kita sudah maafkan," ujar pemuka agama berusia 47 tahun ini.
Ustaz Khalid menuturkan, satu hal yang bisa menyelamatkan si penggibah dari hukuman Allah yakni meminta maaf kepada sasaran gibahnya. Sebaliknya, sasaran si penggibah bila memaafkan akan mendapatkan pahala.
"Tapi sekarang dia tidak minta maaf, berarti kita dapat pahala karena memaafkan dia tetap dapat hukuman. Kecuali kalau dia minta maaf," ujarnya.
Adapun larangan gibah tertuang jelas dalam surat Al-Hujurat ayat 12, Allah berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.
Baca Juga: Salah Satu Adab Mulia, Merendah di Hadapan Orang Tua(zhd)