LANGIT7.ID-,Jakarta- -
Mudik lebaran tahun ini diprediksi ramai dibanding dua tahun sebelumnya karena pandemi Covid-19. PT Jasa Marga mengimbau pemudik memantau situasi dan cerdas memilih waktu mudik.
Masyarakat diimbau menghindari perjalanan di waktu yang diprediksi puncak arus mudik. Hindari perjalanan di waktu favorit, seperti sehabis sahur atau berbuka.
"Patuhi rambu dan arahan petugas di lapangan serta selalu disiplin dalam ketentuan berkendara di jalan tol," imbau Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga, Lisye Octaviana.
Dia mengingatkan untuk menggunakan waktu secara bijak dengan tidak berlama-lama di rest area dan selalu menerapkan protokol kesehatan.
"Aktif untuk perbarui informasi lalu lintas terutama cek waktu dan rute pemberlakuan rekayasa lalu lintas dari kepolisian yang bisa didapatkan melalui One Call Center Jasa Marga," tambahnya.
Baca juga:
Pemerintah Segera Susun Evaluasi Jalur Mudik Lebaran 2023Sementara itu, Jasa Marga memprediksi jumlah kendaraan yang keluar wilayah Jabotabek pada H-7 hingga H+7 Hari Raya Idul Fitri 1444 H (periode 15-30 April 2023) sebanyak 2,78 juta kendaraan. Angka ini naik 6,8% dari 2022 atau naik 8% dari periode 2019.
Lalu lintas kendaraan diprediksi mayoritas mayoritas menuju ke arah Timur/Trans Jawa sebesar 52%, ke arah Barat/Merak sebesar 28% dan ke arah Selatan/Puncak sebesar 20%.
Prediksi jumlah kendaraan masuk Jabotabek pada periode sama sebesar 2,66 juta kendaraan, naik 3,7% dari periode 2022 atau naik 14% dari periode 2019.
Distribusi lalu lintas masuk Jabotabek periode tersebut mayoritas dari arah Timur/Trans Jawa sebesar 51%, dari arah Barat/Merak sebesar 28 % dan dari arah Selatan/Puncak sebesar 21%.
Angka prediksi tersebut merupakan angka kumulatif arus lalu lintas dari empat Gerbang Tol (GT) Utama, yaitu GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama (arah Trans Jawa dan Bandung), GT Ciawi (arah Puncak), dan GT Cikupa (arah Merak).
(ori)