LANGIT7.ID, Jakarta- - Ketika menghadapi
masalah dalam hidup, seringkali kita cenderung mencari bantuan dan dukungan dari orang lain. Namun, sebenarnya yang terbaik adalah mencari dukungan dari Allah Ta’ala, sang pencipta alam semesta.
Ustadz Hanan Attaki, ulama muda asal Bandung, mengatakan, Allah Ta’ala tidak akan pernah meninggalkan hamba-Nya. Tapi kadang manusia itu sendiri yang meninggalkan Allah. Dia menegaskan, jika ingin diingat oleh Allah saat kita susah, kita harus belajar untuk mengingat Allah dalam setiap situasi.
"Ingat Aku agar Aku ingat kalian (kata Allah(. Kalau kita pengen diingat oleh Allah, belajarlah untuk mengingat Allah, yang Allah dalam setiap situasi. Berdiri dengan Allah, rukuk ingat Allah, sujud Allah," kata Ustadz Hanan Attaki saat menyampaikan ceramah Ramadhan secara daring, Rabu (12/4/2023).
فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ ࣖ
“Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.” (QS Al-Baqarah: 152)
Menurut Ustadz Hanan, salah satu cara untuk mengingat Allah adalah dengan shalat dan dzikir. Outpu dari shalat dan zikir itu selalu mengarahkan pikiran dan hati untuk mengingat Allah. Saat ada masalah, secara spontan mengingat Allahh.
Namun, seringkali seseorang tidak mengingat Allah di awal ketika menghadapi masalah. Seseorang baru ingat Allah ketika sudah tidak punya jalan lain dan merasa putus asa, baru kemudian memohon bantuan-Nya.
“Belajar mengingat Allah melalui shalat dan dzikir bisa membantu kita menghadapi masalah dengan lebih mudah dan tenang. Apa prakteknya kalau kita punya masalah? Ting langsung spontan, 'Allah itu masalah kita beres'," ujar Ustadz Hanan Attaki.
Para ulama pun sudah sepakat bahwa zikir merupakan salah satu cara seorang muslim menyelesaikan masalah. Di antara zikir yang diajarkan oleh Rasulullah adalah hasballah yakni membaca ‘hasbunallah wa ni’mal wakil’ (cukuplah Allah bagi kita, dan Dia adalah sebaik-baik penolong).
Baca juga:
Masjid Darurat Khatib, Kaderisasi Perlu DitingkatkanZikir itu diucapkan oleh Nabi Ibrahim AS saat berada dalam kobaran api yang dinyalakan Raja Namrud untuk menyiksakan. Nabi Ibrahim pun selamat tanpa terbakar sedikit pun. Ucapan itu pula yang dilantunkan umat Islam saat dikepung pasukan Ahzab (sekutu) Quraisy di Madinah.
اَلَّذِيْنَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ اِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوْا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ اِيْمَانًاۖ وَّقَالُوْا حَسْبُنَا اللّٰهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ
“(Yaitu) orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang ketika ada orang-orang mengatakan kepadanya, “Orang-orang (Quraisy) telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka,” ternyata (ucapan) itu menambah (kuat) iman mereka dan mereka menjawab, “Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung.” (QS Ali-Imran: 173)
Dalam kitab Bahr ad-Dumu’ karya Ibnu Al-Jauzi dikisahkan, Ali bin Abi Shalih bertemu dengan seorang tua ahli ibadah yang tengah bermunajat kepada Allah di Gunung Liham. Merasa tidak enak karena telah menggangu ibadahnya, Ali bin Abi Shalih berniat hendak pergi.
Namun, sebelum itu, dia meminta maaf dan meminta nasihat orang tersebut. Ahli ibadah itu mengatakan:
“Siapa saja yang bersimpuh di depan pintu ampunan-Nya, niscaya dia akan senantiasa mengabdi kepada-Nya. Siapa saja yang banyak mengingat dosanya, niscaya dia akan banyak menyesal. Siapa saja yang mencukupkan dirinya dengan Allah, niscaya dia tidak akan pernah khawatir jatuh miskin.”
(ori)