Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 27 April 2026
home masjid detail berita

Mahfud MD: Tugas Utama Pemerintah Tegakkan Shalat di Kalangan Umat

Muhajirin Senin, 17 April 2023 - 13:51 WIB
Mahfud MD: Tugas Utama Pemerintah Tegakkan Shalat di Kalangan Umat
Menko Polhukam, Mahfud MD saat memberi tausiah di Majid Istiqlal.
LANGIT7.ID, Jakarta- - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan RI, Mahfud MD, menyatakan, para pemimpin negeri memiliki tugas utama untuk menegakkan shalat di kalangan umat agar pemerintahan menjadi sukses.

Mahfud MD menegaskan, shalat akan membawa dampak pada kehidupan sosial. Dia mengutip pernyataan Umar bin Khattab saat dilantik menjadi khalifah:

“Sesungguhnya perkara paling penting menurut penilaianku adalah shalat. Siapa saja yang menjaga shalat, makai a telah menjaga agamanya. Siapa saja yang melalaikan shalat, maka untuk perkara lainnya ia lebih mengabaikan. Tidak ada bagian dalam Islam bagi orang yang meninggalkan shalat.”

Atas dasar itu, Mahfud MD menilai para pejabat tidak akan berani mengkhianati amanat rakyat jika shalat mereka benar. Apalagi, Allah Ta’ala dalam Surah Al-Ankabut ayat 45 berfirman, “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”

“Hai para pemimpin negeri, para walikota, gubernur, sebernarnya tugasmu yang paling pokok agar sukses menjadi pemerintah adalah menegakkan shalat di kalangan umat,” kata Mahfud saat menyampaikan tausiah Ramadhan di Masjid Istiqlal, Jakarta, dikutip Senin (17/4/2023).

Dia menjelaskan, jika shalat dijaga dengan baik, maka kehadiran polisi tidak akan terlalu dibutuhkan untuk menjaga keamanan, karena moral manusia akan menjadi lebih baik. Polisi mungkin akan lebih berfokus menjaga masyarakat dari bencana alam atau kecelakaan teknis, seperti Gedung runtuh atau kebakaran.

“Kalau shalat itu ditegakkan, polisi enggak perlu terlalu banyak, polisi mungkin bukan menjaga keamanan karena moral manusia, mungkin menjaga masyarakat dari kecelakaan alam, kecelakaan teknis, ada gedung roboh, kebakaran,” ujar Mahfud.

Tak hanya itu, Mahfud menegaskan, shalat bisa menjadi instrument religius yang bisa mencegah tindak pidana korupsi. Para pejabat tidak akan berani mengambil yang rakyat karena takut mendapat hukuman dari Allah Ta’ala.

“Kalau shalat para pemimpin itu sudah benar, korupsi pasti tidak ada. Orang yang shalatnya benar, itu tidak akan korupsi. Kalau orang shalat ‘ke masjid kok masih korupsi’, pasti shalatnya shalat. Kalau orang shalat kok masih tidak peduli terhadap kaum dhuafa, tidak menegakkan hukum dalam langkah-langkah dan posisi strukturnya, itu shalatnya tidak ada,” tutur Mahfud.

“Celakalah orang-orang yang melaksanakan shalat, (yaitu) yang lalai terhadap shalatnya, yang berbuat riya, dan enggan (memberi) bantuan.” (QS Al-Maun: 4-7)

Baca juga:Potensi Zakat di Indonesia Bisa Makmurkan Masyarakat

Kunci Surga bukan Hanya Puasa
Selain itu, Mahfud MD juga menuturukan, seringkali orang terlalu emosional dalam menjalankan puasa sehingga lupa dengan ibadah-ibadah yang lain. Padahal, kunci untuk membuka pintu surga meliputi ibadah lain dalam Islam.

"Kadangkala karena terlalu emosi, seseorang melakukan puasa namun lupa dengan ibadah-ibadah yang lain, hanya ingin memanfaatkan bahwa jika saya berpuasa di bulan Ramadhan dengan baik, maka saya akan menjadi orang yang suci, bersih kembali," ujarnya.

Mahfud menjelaskan, jika berpuasa di bulan Ramadhan dengan keimanan, penuh perhitungan, dan kehati-hatian maka seluruh dosa diampuni. Oleh karena itu, banyak orang mengatakan bahwa puasa merupakan kunci untuk masuk surga.

Namun, Mahfud menekankan bahwa puasa bukanlah satu-satunya pintu masuk surga. Ada lima rukun Islam yang semuanya merupakan kunci masuk surga, yakni Syahadat, Shalat, Zakat, Puasa, dan Haji.

Mahfud mengutip hadist Rasulullah SAW yang menyatakan, barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni. Namun, puasa yang benar adalah puasa yang diikuti oleh ibadah maghdah yang lain dengan benar, bukan hanya karena ingin bersih dari dosa.

"Jika puasanya tidak benar, maka tidak ada gunanya juga. Puasa yang benar adalah puasa yang dijadikan sebagai salah satu pintu, bukan satu-satunya pintu," tegasnya.

Mahfud menegaskan, syahadat, shalat, zakat, puasa, dan haji harus disatukan. Itu juga menjaddi rukun Islam. Jadi, puasa hanya salah satu kunci. Lima kunci tersebut harus dimaksimalkan agar bisa membuka pintu surga.

“Syahadat, shalat, zakat, puasa, haji kita satukan sebagai satu kesatuan karena puasa itu hanya salah satu kunci. Kalau kunci ini saudara pegang dengan baik, yang lain akan kena semua, akan bisa masuk ke dalam rahmat Allah,” tuturnya.

Maka itu, seseorang yang sudah berpuasa dengan baik, maka keluar suci pada akhir Ramadhan. Itulah yang disebut haru kesucian (idul fitri). Itulah yang menimbulkan istilah lebaran.

“Lebaran itu diciptakan oleh Sunan Bonang, beliau mengatakan, kalau orang sudah puasa itu ada empat laku (keadaan) yaitu lebar (selesai puasanya), lebur (habis dosanya), luber (penuh pahalanya), labor-labur (bersih badannya),” tutur Mahfud.

Oleh sebab itu, disebut idul fitri kata Imam Syafi’i “Idul Fitri bukan untuk mereka yagng bajunya baru, akan tetapi idul fitri itu adalah bagi mereka yang ketaatannya kepada Allah bertambah”. Itulah sebanya pada saat idul fitri seseorang dikatakan empat laku makan kupat.

“Ketupat itu hari berpuasa, kita betul-betul bisa mengatakan ‘saya sekarang fitri’. Kerjakan semua dengan penuh semangat, empati terhadap masyarakat,” tutur Mahfud.

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 27 April 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:54
Ashar
15:14
Maghrib
17:51
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)