LANGIT7.ID-, Jakarta- - Georgetown University, salah satu
perguruan tinggi bergengsi di Amerika Serikat, telah membuat sejarah dengan membuka masjid pertama di kampus. Langkah tersebut sebagai upaya memenuhi kebutuhan mahasiswa muslim.
Masjid tersebut diberi nama Masjid Yarrow Mamout dengan fasilitas lengkap seperti umumnya. Nama Yarrow Mamout merujuk pada salah satu muslim pertama di Amerika Serikat.
Awalnya, Masjid Yarrow Mamout telah dibuka sejak 2019. Namun, pembangunan baru selesai pada tahun ini. Pihak Universitas Georgetown menjelaskan, pembangunan masjid ini didasarkan pada komitmen mereka terhadap pemahaman antaragama dan kepedulian terhadap semua individu.
“Masjid dibangun di atas komitmen universitas untuk pemahaman antaragama dan kepedulian untuk seluruh pribadi, atau cura personalis, dalam menciptakan ruang sakral di kampus dan komunitas untuk mahasiswa dari semua tradisi agama,” kata rilis resmi pihak universitas, dikutip About Islam, Senin (8/5/2023).a
Baca juga:
7 Kampus Muhammadiyah Jadi Perguruan Tinggi Terbaik di IndonesiaMasjid tersebut dirancang senyaman mungkin. Desain pun menyerupai masjid pada umumnya. Tak hanya tempat shalat, masjid itu juga berfungsi sebagai tempat mahasiswa muslim berkumpul dan melakukan kegiataan keagamaan.
Selain menyediakan fasilitas dasar seperti tempat wudhu, Masjid Yarrow Mamout juga menawarkan layanan shalat lima waktu, serta program pendidikan dan diskusi spiritual bagi mahasiswa muslim dan non-muslim di Georgetown.
Masjid ini menjadi salah satu dari tujuh tempat suci yang ada di kampus utama Georgetown, yang dirancang sebagai tempat bagi mahasiswa untuk shalat, membangun komunitas, dan berdialog antaragama.
Nama Yarrow Mamout dipilih sebagai penghormatan terhadap seorang pria muslim yang sebelumnya pernah menjadi budak. Yarrow Mamout berkontribusi secara signifikan dalam lingkungan Georgetown pada abad ke-18 dan terus mendalami serta mengamalkan keyakinan Islamnya.
Selain itu, Georgetown juga telah mencatat prestasi lain dalam mendukung keberagaman agama di kampus dengan menjadi universitas AS pertama yang mempekerjakan seorang ulama penuh waktu, Imam Yahya Hendi, sejak 24 tahun yang lalu.
(ori)