LANGIT7.ID, Jakarta - Selain perceraian dan perselingkuhan, salah satu masalah besar dalam rumah tangga adalah narkotika atau narkoba. Banyak keluarga tidak bisa membentengi bahtera rumah tangga dari obat-obat terlarang.
Bahkan, media informasi kerap memberitakan pasangan suami istri menggunakan atau bahkan bisnis obat yang menghilangkan akal tersebut. Sebenarnya, Islam telah memberikan petunjuk tentang cara membangun rumah tangga yang
sakinah,
mawaddah, dan
rahmah. Hanya saja, kesadaran untuk menciptakan iklim tersebut dalam kehidupan rumah tangga masih kurang.
Founder Al-Fahmu Institute
Ustaz Fahmi Salim mengatakan, bekal dalam membangun rumah tangga memang harus cukup. Semua aspek pendukung agar bahtera berlayar dengan selamat harus dipenuhi. Untuk menjadi pasangan suami istri harus memiliki ilmu yang memadai.
"Di sini pentingnya edukasi pranikah, bagaimana memahami agama dengan baik, mulai dari pola ibadah, pola membangun keluarga, membangun pola komunikasi, relasi sosial, pola menjaga ritme ibadah ketika berkeluarga dan ketika mempunya anak. Itu kan perlu ada ilmunya," kata Ustadz Fahmi Salim kepada
LANGIT7.ID.
Namun sangat disayangkan, kata beliau edukasi pranikh itu belum menjadi program nasional. Tidak ada sekolah khusus pranikah. Tidak seperti bidang profesi yang memiliki prodi khusus seperti hakim atau jaksa, insinyur hingga guru. "Untuk membangun pendidikan keluarga tidak ada pendidikan profesionalnya," ucapnya.
Maka itu, kata dia, pemerintah dan organisasi masyarakat (ormas) Islam duduk bersama memikirkan hal ini. Para calon pengantin harus diberikan bimbingan teknis, bimbingan spiritual, dan bimbingan edukasi pranikah.
"Ini perlu menjadi gerakan nasional. Karena ketahanan keluarga adalah basis atau pijakan bagi ketahanan nasional kita. Kalau keluarga baik, pasangan suami istri baik, bisa menekan angka perceraian, peselingkuhan sampai pada narkotika yang dilakukan suami istri," ujarnya.
Selain itu, dari keluarga yang bahagia akan mempengaruhi kehidupan bernegara. "Tingkat kebahagiaan indeks kesejahteraan kita pasti akan meningkat juga. Itu semua dimulai dari keluarga, maka negara akan baik juga," ungkapnya.
(asf)