LANGIT7.ID - Agama Islam mengatur semua aktivitas kehidupan manusia, sampai dengan hal-hal terkecil sekalipun seperti buang air kecil dan buang air besar (BAB), yang menjadi rutinitas sehari-hari.
Jauh sebelum peradaban maju seperti sekarang ini, Nabi Muhammad SAW sudah memberikan teladan, untuk buang air besar dengan cara jongkok, dengan posisi miring, kaki kiri dalam posisi jinjit, dan kaki kanan dalam posisi menempel penuh di kloset. Ternyata, ini cara-cara BAB yang menyehatkan tubuh.
Dari Suroqoh bin Malik Ra ia berkata :
Rasulullah mengajar kita tentang (cara) buang air besar, hendaklah kita duduk di atas kaki kiri dan mengencangkan kaki kanan (HR. Baihaqi). Berkaca pada hadis tersebut, toilet jongkok memudahkan umat muslim untuk mengikuti sunah nabi. Karena dengan memaksakan jongkok di atas kloset duduk, akan sangat berbahaya, bisa mencelakakan diri sendiri karana rawan terpeleset.
Baca juga:
Hindari Renovasi Ini pada Rumah agar Uang Tak Habis PercumaMeski terkesan jadul, tapi kloset jongkok ini menurut penelitian memiliki banyak kelebihan dari segi kesehatan. Dilansir dalam laman alodokter.com, sejumlah kajian medis menyebut menyebut posisi jongkok saat BAB, lebih efektif melancarkan BAB. Ini berkaitan erat dengan kinerja otot dan postur tubuh, yang mendukung proses BAB.
Posisi jongkok berfungsi mengoptimalkan ruang pembuangan tinja di anus sekaligus membuat otot dianus dan usus besar lebih rileks. BAB pun menjadi lebih mudah serta membantu memaksimalkan pengeluaran tinja.
Sebaliknya, pada posisi duduk, otot dan saluran cerna akan menekan rektum, serta menyempitkan saluran dubur. Hal ini menghambat kelancaran BAB dan keluarnya tinja secara maksimal. Selain itu, toilet jongkok juga baik digunakan untuk ibu hamil karena dapat menjaga kekuatan pinggul.
Penelitian lain menyebutkan BAB menggunakan tolilet jongkok atau dengan posisi jongkok dapat membantu menjaga pergerakan usus, sehingga mencegah kembung, sembelit dan wasir.
Meski memiliki kekurangan karena akan menyebabkan keluhan nyeri pada tumit dan paha, serta akan sulit dipraktikan untuk orang yang mengalami radang sendi kaki, keseleo, namun dokter menganjurkan untuk menggunakan toilet jongkok.
Baca juga:
Kenali Ragam Desain Sofa dan Fungsinya agar Tak Salah PilihPertanyannya, bagaimana jika di rumah sudah terpasang tolet duduk? Tidak perlu dibongkar. Cukup beli bangku pendek atau dingklik, untuk diletakkan dibawah kaki ketika BAB. Posisi yang mirip berjongkok akan membuat otot-otot rileks dan jalur feses akan lebih lapang.
Tapi perlu diingat, pemasangan toilet jongkok tingginya jangan hampir sejajar dengan lantai, tempat di mana toilet itu dipasang, meski dipasang lebih tinggi dari lantai di kamar kecil. Hal ini bisa mengakibatkan barang-barang di sekitar toilet masuk ke dalam saluran pembuangan feses dan mengakibatkan aliran mampet.
“Saya disarankan oleh seorang, sudah tidak zamannya toilet itu hampir sejajar dengan lantai. Paling tidak tingginya dudukan dengan lantai atas minimal 3 cm,” kata Kasno, 60, warga Semarang Utara.
Dia sebelumnya membongkar toilet duduknya, akibat mampet. Ternyata, di dalam saluran banyak terdapat barang-barang asing, seperti gelang dari bulatan-bulatan kayu, gerenjeng untuk tempat mencuci piring.
(sof)