LANGIT7.ID-, Jakarta- - Akhir-akhir ini marak
penipuan. Pihak kepolisian telah menangani banyak kasus penipuan yang menimpa masyarakat. Maka itu, seorang muslim harus memahami aturan syariat jika ingin melakukan investasi agar tidak terjerat penipuan.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, Prof Yahya Zainul Ma'arif (Buya Yahya), menjelaskan, dalam Islam, investasi tidak cukup hanya halal saja. Ada beberapa hal yang harus ditegakkan sejak awal investasi.
"Dalam dunia investasi yang pertama adalah tidak cukup modal Anda halal, akan tetapi Anda harus menitipkan atau investasi ke sebuah usaha yang halal," kata Buya Yahya di salah satu tausiahnya yang disiarkan secara daring, Kamis (8/6/2023).
Baca juga:
Alasan Pesawat Terbang Dilarang Melintas KakbahSetiap muslim yang berinvestasi harus mengetahui ke mana uang investasi akan diputar. Seorang muslim tidak diperbolehkan investasi ke bidang atau bisnis haram, seperti jual-beli khamr.
“Jika Anda berinvestasi yang memang lembaga Islam dan ngerti syariat, gak usah banyak tanya, kita percaya secara global. tapi jika sistem online harus tahu akan diputar di bidang apa, ini yang pertama,” ujar Buya Yahya.
Poin kedua yang harus dipastikan oleh setiap Muslim yang ingin investasi adalah pembagian hasil yang benar. Ini sangat penting, karena sistem ekonomi dalam Islam harus berkeadilan, tidak boleh ada satu pihak yang dirugikan.
“Yang kedua pembagian rezekinya harus benar. Investasi tidak bisa dipastikan hasilnya. Jika sudah dipastikan hasilnya maka Buya Yahya tegas mengatakan itu sama saja mendahului ketetapan Allah SWT," tutur Buya Yahya.
Menurut Buya Yahya, jika dalam berinvestasi hasil sejak awal sudah dipastikan maka berujung pada kehancuran. Memang ada kesenangan karena mendapat hasil, tapi itu tidak sesuai dengan syariat Islam.
“Jika Anda dapat senang-senangnya, namun ketika giliran Anda investasi banyak hilang lah, mau kemana Anda, nangis. Karena melanggar Allah hati-hati, itu tidak dibenarkan, tak usah ikut-ikut deh,” ujar Buya Yahya.
Buya Yahya menegur kepada setiap orang yang mudah tergiur dengan janji hasil yang besar. Dalam hal duniawi, tidak ada yang instan. Segala sesuatu yang menjanjikan kesuksesan instan bisa disinyalir sebagai penipuan.
Baca juga:
Hazrati Imam Jantung Kegiatan Agama Islam di Uzbekistan“Kadang orang maunya enak, Rp500 setahun dapat Rp17 juta, giliran Anda mau beri banyak karena anda ada sifat tamak, pas banyak lagi, hilang, nangis. Karena jika sudah mendahului Allah begitu ya seolah pasti beruntung dia,” ungkap Buya Yahya.
Maka itu, dia menigngatkan agar setiap Muslim tidak usah pernah ikut-ikutan investasi seperti itu. Setiap muslim harus mawas diri agar terhindar dari penipuan berkedok investasi.
“Jangan sampai Anda dibohongi oleh orang, selagi tidak jelas transaksinya tidak jelas cara kerja samanya maka anda tidak usah ikut-ikut. Jika Anda masih memaksa anda akan rugi, rugi di dunia, di dunia hilang di akhirat karena dengan cara tidak benar,” tutur Buya Yahya.

(ori)