LANGIT7.ID-, Jakarta- - Pergi
haji ke Tanah Suci menjadi impian setiap muslim, baik tua maupun muda. Berhaji sendiri merupakan rukun Islam kelima, di mana hukumnya menjadi wajib bagi mereka yang mampu secara kesehatan dan finansial.
Jutaan jamaah dari berbagai negara di dunia bersiap untuk melakukan ibadah haji. Sebagian besar dari mereka adalah lansia dan mungkin menderita suatu penyakit tertentu seperti diabetes.
Melansir laman resmi Center for Disease and Prevention, diabetes adalah kondisi kesehatan kronis (tahan lama) yang mempengaruhi cara tubuh Anda mengubah makanan menjadi energi.
Dengan diabetes, tubuh Anda tidak membuat cukup insulin atau tidak dapat menggunakannya sebagaimana mestinya. Ketika tidak ada cukup insulin atau sel berhenti merespons insulin, terlalu banyak gula darah tetap berada di aliran darah Anda.
Seiring waktu, hal itu dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius, seperti penyakit jantung , kehilangan penglihatan , dan penyakit ginjal.
Baca juga:
Manfaat Thawaf di Baitullah untuk KesehatanBagi jamaah calon haji dengan diabetes, mengutip Journal of Research in Medical Sciences, berikut tips agar tetap aman dan nyaman menjalankan ibadah di Tanah Suci:
1. Bawa selalu beberapa karbohidrat, seperti madu, selai, dan lainnya, untuk dipakai saat kondisi hipoglikemik.
2. Patuhi diet seimbang yang sehat yang mengandung cukup karbohidrat, tidak berlebihan, dengan protein dan serat yang tepat tetapi lemak minimal (tak jenuh tunggal).
3. Makan sayuran sesuai keinginan dan dua buah segar per hari. Hindari untuk mengkonsumsi jus buah dan sirup.
4. Minum setidaknya delapan gelas per hari dan bawa botol air yang cukup.
5. Bila jamaah haji menggunakan insulin, sebelum ihram, pastikan untuk memeriksa gula darah dengan glukometer dan keton urin dengan dipstick. Jika diperlukan, gunakan insulin dosis kecil untuk mengatasi hiperglikemia dan atau roti untuk hipoglikemia.
6. Jika menggunakan insulin, sebelum dan selama berjalan jauh, kurangi dosis insulin pendek dan menengah sekitar 20 persen. Pasien yang menggunakan obat sulfonilurea (misalnya glibenklamid), penurunan dosis kecil ini (diturunkan hingga 50 persen dalam dosis obat yang sesuai) juga dapat diterapkan.
7. Sebelum Tawaf (mengelilingi Ka`bah) dan Sa'i (berjalan di antara Safa dan Marwah), konsumsilah karbohidrat tambahan seperti roti.
8. Berjalanlah perlahan selama Tawaf dan Sa'i, dan usahakan untuk melindungi kaki dari kerusakan ubin tanah atau terinjak jamaah lainnya.
9. Jika mengalami demam, diare, muntah, atau kondisi medis akut apa pun, alih-alih menunggu di tempat tinggal Anda, segera konsultasikan dengan tim medis.
(ori)