Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 20 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Hati-hati, 7 Penyakit Berbahaya Disebabkan oleh Tikus

esti setiyowati Selasa, 20 Juni 2023 - 06:00 WIB
Hati-hati, 7 Penyakit Berbahaya Disebabkan oleh Tikus
Tikus adalah hewan pengerat yang diketahui sebagai pembawa sejumlah penyakit berbahaya pada manusia
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Tikus adalah hewan pengerat yang diketahui sebagai pembawa sejumlah penyakit berbahaya pada manusia. Penyebaran penyakit tersebut ke manusia bisa terjadi secara langsung atau tidak langsung.

Penularan penyakit yang disebabkan tikus bisa melalui feses, urin, gigitan, hingga air liur, atau menghirup udara dan memakan makanan yang terkontaminasi.

Kemudian, tikus juga dapat membawa kutu atau tungau yang berperan menyebarkan penyakit antara hewan pengerat dan manusia.

Berikut deretan penyakit berbahaya yang disebabkan tikus, dirangkum dari Center for Disease Control and Prevention (CDC):

Baca juga:Paris Diinvasi Tikus, Wali Kota Minta Warga Hidup Berdampingan

1. Leptospirosis
Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang menyerang manusia juga hewan. Penyakit yang ditularkan melalui kencing tikus ini merupakan salah satu penyakit penyerta banjir.

Gejala leptospirosis yang dirasakan oleh penderita seperti demam mendadak, lemah, mata merah, kekuningan pada kulit, sakit kepala, hingga nyeri otot.

Tanpa pengobatan, Leptospirosis dapat menyebabkan kerusakan ginjal, meningitis, gagal hati, gangguan pernapasan, dan bahkan kematian.

2. Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS)
HPS merupakan penyakit pernapasan yang parah, cenderung fatal pada manusia. Penyakit disebabkan oleh infeksi hantavirus.

Penularan HPS melalui sentuhan hewan pengerat yang membawa hantavirus. Gejala baru terlihat pada 1-8 pekan setelah terpapar urin segar, kotoran, atau air liur tikus yang terinfeksi.

Umumnya tanda awal meliputi kelelahan, demam, nyeri otot pada bagian tertentu seperti paha, pinggul, punggung, atau bahu. Gejala tersebut disertai dengan sakit kepala, pusing, menggigil, dan masalah perut (mual, muntah, diare). HPS dapat berakibat fatal dengan tingkat kematian 38 persen.

3. Salmonella
Bakteri Salmonella merupakan penyebab sekitar 1,35 juta infeksi, 26.500 rawat inap, dan 420 kematian di Amerika Serikat setiap tahun. Makanan menjadi sumber utama penyakit ini.

Kebanyakan orang yang sakit karena Salmonella mengalami diare, demam, dan kram perut. Gejala biasanya mulai 6 jam sampai 6 hari setelah infeksi dan berlangsung 4 sampai 7 hari.

Baca juga:Paris Dipenuhi Tikus, Begini Islam Memandang Hewan Mamalia

4. Rat-bite fever (RBF)
Seperti namanya, penyakit ini disebabkan oleh gigitan tikus. Orang biasanya terinfeksi bakteri ini setelah kontak dengan hewan pengerat yang membawa bakteri tersebut.

Seseorang juga dapat terinfeksi melalui konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi urin dan kotoran hewan pengerat yang membawa bakteri tersebut. Ini dikenal sebagai demam Haverhill.

Gejala yang timbul mulai dari demam, muntah, sakit kepala, nyeri otot, pembengkak sendi, hingga ruam. Jika tidak diobati, RBF bisa menjadi penyakit serius atau bahkan fatal.

5. Hemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS)
Secara klinis penyakit ini sebabkan oleh Hantavirus dari keluarga Bunyaviridae. HFRS mencakup penyakit seperti demam berdarah Korea, demam berdarah epidemik, dan epidemik nefropati.

Hantavirus ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus. Penularannya melalui paparan urin aerosol, kotoran, atau air liur hewan pengerat yang terinfeksi atau setelah terpapar debu dari sarangnya.

Penderita akan mengalami gejala awal seperti sakit kepala hebat, sakit punggung dan perut, demam, menggigil, mual, dan penglihatan kabur.

Gejala selanjutnya dapat berupa tekanan darah rendah, syok akut, kebocoran pembuluh darah, dan gagal ginjal akut, yang dapat menyebabkan kelebihan cairan yang parah.

6.Demam Lassa
Demam Lassa atau Lassa Fever merupakan penyakit hemoragik yang disebabkan oleh infeksi virus Lassa, yang berkembangbiak pada tikus.

Penularan virus ini terjadi melalui air seni atau kotoran yang terinfeksi tikus Mastomys. Virus Lassa juga dapat menular antar manusia melalui kontak langsung dengan darah, urine, feses, atau sekresi tubuh lainnya dari orang yang terinfeksi Demam Lassa.

Gejala awal yang dirasakan mulai dari demam ringan, sakit kepala, dan malaise. Sementara gejala berat ditandai dengan pembengkakan wajah, adanya cairan dalam rongga paru-paru, pendarahan dari mulut, hidung, saluran vagina atau pencernaan dan tekanan darah rendah.

Tahap selanjutnya terdapat adanya protein urin, shock, kejang, tremor, disorientasi, dan koma.

7. Lymphocytic chorio meningitis
Penyakit ini disebabkan oleh virus Lymphocytic choriomeningitis (LCM) yang ditularkan pada hewan pengerat seperti tikus dan hamster. Penularan LCM terjadi melalui partikel dari urine, feses, ataupun air liur dari hewan yang terinfeksi.

Gejala yang menandai awal terjangkit LCM seperti flu, demam, kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, mual, muntah, hingga meningitis.



(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 20 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)