Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 01 September 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Tugas Utama Seorang Ayah Menurut Al-Qur'an

Muhajirin Senin, 03 Juli 2023 - 14:00 WIB
Tugas Utama Seorang Ayah Menurut Al-Qur'an
ilustrasi
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Pimpinan AQL Islamic Center, KH Bachtiar Nasir (UBN), menjelaskan, tugas utama ayah terhadap anak-anaknya tercantum dalam Surah Luqman Al-Hakim ayat 13-17. Dalam itu, Allah SWT menjelaskan tugas-tugas utama seorang ayah kepada anaknya.

Pertama, menanamkan nilai tauhid. Menanamkan tauhid berarti hanya ada satu sembahan yang wajib disembah yaitu Allah SWT. Segala titah-Nya adalah mutlak dan manusia tidak boleh menyimpang dari ketentuan yang diberikan-Nya.

Kedua, jauhkan anak dari kemusyrikan. Anak tidak boleh sampai terbujuk atau menuruti siapa pun dan apa pun yang menyuruh atau membujuknya untuk menduakan Allah SWT. Ini berlaku dalam apa pun persoalan kehidupan yang dihadapinya.

"Bahkan, bila yang menyuruh hal tersebut adalah kedua orangtuanya," kata UBN dalam tausiahnya, dikutip Senin (3/7/2023).

Baca juga:4 Oleh-oleh Haji Ini Disarankan Diburu karena Keutamaannya

Ketiga, mendisiplinkan anak terhadap syariah Allah. Bahkan, seorang ayah harus menargetkan anak sebagai agent of sharia, yang ikhlas dalam mengajak pada kebaikan dan berani mencegah kemunkaran.

Dalam menjalankan tiga tugas utama ini, seorang ayah harus tahu betul langkah-langkah apa yang diambilnya. Itu karena setiap langkah yang diambil dan setiap sikap yang dicontohkan akan menjadikan anak menjadi salah satu dari empat jenis anak yang nantinya akan dihadapi olehnya sendiri.

"Baik dalam lingkup tanggung jawab dunia akhirat, maupun dari keseharian hidup, dan seperti apa nantinya kepribadian si anak ketika dewasa nanti," ujar UBN.

Ada pun empat jenis anak di dalam Al-Qur'an adalah:

1. Anak Sebagai Fitnah

Anak adalah ujian tersendiri bagi kedua orang tua. Hadir atau tidak hadirnya si buah hati dalam sebuah rumah tangga, sejatinya menjadi ujian yang sama berat. Saat si buah hati tak kunjung hadir, maka hal itu menjadi ujian kesabaran dan ketawakalan sepasang suami istri.

"Akan tetapi, ketika anak hadir, maka ujian yang tak kalah berat terus menerus akan menghiasi keseharian orangtua. Di samping kebahagiaan yang juga tak putus," ujar UBN.

وَاعْلَمُوْٓا اَنَّمَآ اَمْوَالُكُمْ وَاَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ ۙوَّاَنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗٓ اَجْرٌ عَظِيْمٌ ࣖ

"Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar." (QS Al-Anfal: 28)

Kisah-kisah para Nabi dan Rasul, juga orang-orang saleh yang mendapatkan ujian lewat anak-anak mereka. Hal itu harus dapat menjadi teladan, agar bisa dengan baik mendidik anak-anak hingga menjadi generasi yang saleh.

2. Anak Sebagai Perhiasan
Anak tipe ini diperlakukan oleh orang tuanya dengan selalu dipakaikan baju bagus, dibelikan mainan bagus, diberi gadget mahal, disekolahkan di lembaga populer.

Anak dijadikan perhiasan bagi hatinya. Padahal anak juga belum tentu paham, bahkan orang tuanya sendiri belum tentu paham apa esensi dari semua yang mereka lakukan untuk anaknya. Selain untuk memamerkan apa yang mereka miliki dan memuaskan ego.

"Sungguh, anak dan harta adalah permainan dan perhiasan yang kapan pun dapat tamat dan lenyap dalam sekejap," tutur UBN.

اِعْلَمُوْٓا اَنَّمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ وَّزِيْنَةٌ وَّتَفَاخُرٌۢ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِى الْاَمْوَالِ وَالْاَوْلَادِۗ كَمَثَلِ غَيْثٍ اَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهٗ ثُمَّ يَهِيْجُ فَتَرٰىهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُوْنُ حُطَامًاۗ وَفِى الْاٰخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيْدٌۙ وَّمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرِضْوَانٌ ۗوَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ

"Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sendagurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu." (QS Al-Hadid: 20)

3. Anak Sebagai Musuh
Anak sebagai musuh merupakan jenis yang paling ekstrem dalam hubungan anak dan orang tua. Ini yang paling tidak diinginkan siapa pun. Namun, jenis anak yang seperti ini banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Juga beberapa dalam hubungan anak-orangtua para Nabi.

Anak jenis ini biasanya akan menjadi penghalang kedua orang tuanya berbuat baik dan mengerjakan ibadah. Sekaligus menjadi pangkal keresahan dan kesedihan kedua orang tuanya. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengupayakan cara didik terbaik sedari kecil, sehingga anak ketika dewasa tidak menjadi sebab berbagai kesedihan dan penentangan syariah.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّ مِنْ اَزْوَاجِكُمْ وَاَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَّكُمْ فَاحْذَرُوْهُمْۚ وَاِنْ تَعْفُوْا وَتَصْفَحُوْا وَتَغْفِرُوْا فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

"Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS Ath-Thagabun: 14)

Baca juga:GP Ansor Kecam Aksi Pembakaran Al-Qur'an di Swedia

4. Anak Sebagai Penyejuk Mata Orang Tua
Poin keempat, anak sebagai qurrata 'ayun atau penyejuk mata kedua orang tuanya. Ini adalah kondisi anak yang paling didambakan oleh orang tua mana pun. Cara mendapatkan anak dambaan ini adalah dengan merawat tauhid sedari masih kecil.

"Didiklah anak untuk mencintai Allah, Rasul-Nya, dan syariah Islam dengan cara yang disukai dan dimengerti olehnya. Hadirkan suasana untuk mengenal dan mencintai Allah dan Rasul-Nya. Hadirkan pula hal-hal yang akan mendukung tumbuhnya rasa cinta tersebut sedari mereka belia," tutur UBN.

اَصْحٰبُ الْجَنَّةِ يَوْمَىِٕذٍ خَيْرٌ مُّسْتَقَرًّا وَّاَحْسَنُ مَقِيْلًا

"Penghuni-penghuni surga pada hari itu paling baik tempat tinggalnya dan paling indah tempat istirahatnya." (QS Al-Furqon: 24).



(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 01 September 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:56
Isya
19:05
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan