LANGIT7.ID-, Jakarta- - Nama Dyah Ayu Ardhana Reswari tengah menjadi sorotan. Pasalnya, alumni SMAN 1 Cileungsi, Bogor ini berhasil menyandang status
mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) di usia 15 tahun.
Dyah lolos ujian masuk FKUI melalui jalur Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT).
Kesuksesan Dyah ini ternyata berawal dari kegagalan. Sebelumnya, ia gagal seleksi lewat jalur masuk Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Namun hal itu tak mematahkan semangatnya untuk meneruskan cita-cita menempuh pendidikan ke FKUI. Ia pun menceritakan perjuangannya hingga diterima di UI.
Baca juga;
ITS Ciptakan Aplikasi Pembelajaran Huruf Hijaiyah“Saya sering mengerjakan latihan soal, mengikuti tryout, dan me-review hasil ujian. Review inilah yang paling penting karena dengan melihat letak kesalahan saat latihan atau tryout, saya bisa mempelajari lagi materi yang kurang dimengerti,” ujar Dyah dalam keterangannya, dikutip Rabu (12/7/2023).
Dyah mengaku menyimpan cita-cita menjadi dokter sejak kecil. Ketertarikannya pada FKUI berawal dari materi sejarah tentang fakultas ini yang pernah ia pelajari di sekolah dasar.
Saat itu, sang guru bercerita tentang STOVIA yang merupakan cikal bakal FKUI dan merupakan sekolah kedokteran pertama dan tertua di Indonesia.
Kemudian, Dyah mencari informasi terkait FKUI melalui keluarga, lingkungan sekitar, dan siaran di televisi. Ia pun memulai riset mengenai perkuliahan di UI melalui testimoni di media sosial.
Hingga akhirnya, ia mendapat informasi lebih dari mahasiswa UI saat gelaran Expo Campus di sekolahnya. Setelah melihat reputasi FKUI yang selalu berhasil menghasilkan lulusan berkualitas, ditambah lfasilitas pendukung pembelajaran dan riset yang lengkap, Dyah semakin yakin untuk memilih FKUI sebagai tempatnya menempuh pendidikan.
“Dulu, banyak yang bilang impian saya untuk masuk FKUI terlalu idealis dan tidak realistis. Namun, Alhamdulilah, berkat dukungan orang tua dan teman-teman, saya memberanikan diri untuk memilih FKUI di SNBT. Walaupun nilai tryout masih kurang, saya tetap berusaha, dan saya pun berhasil. Jadi, tidak ada yang tidak mungkin kalau kita berusaha dan yakin!” kata Dyah.
Sebagai mahasiswa termuda, Dyah terbiasa untuk disiplin sejak kecil. Dyah bercerita, dirinya masuk SD di usia 4 tahun 10 bulan. Kemudian, ia mengikuti program kelas akselerasi sehingga dapat menyelesaikan SMP hanya dalam waktu 2 tahun.
Meski begitu, Dyah tidak hanya berkonsentrasi pada akademik, tetapi juga menyeimbangkannya dengan kegiatan non-akademik.
Baca juga:
Bersuara Merdu dan Populer, 4 Hafiz Ini Punya Jutaan PengikutPerempuan yang pernah menjuarai lomba Spelling Bee Cendana English Competition ini berharap kesempatan yang didapat saat sekolah dapat dilanjutkan saat berkuliah di FKUI.
Ia ingin berkontribusi dengan mengikuti kegiatan-kegiatan yang dapat mengharumkan nama UI.
“Saya ingin menyeimbangkan antara kegiatan akademik dan non-akademik serta mengembangkan minat dan relasi dengan bergabung di organisasi/UKM di UI. Selain itu, saya berharap FKUI dapat menjadi wadah untuk menimba ilmu dan membantu saya mewujudkan cita-cita sebagai dokter yang mampu mengimplementasikan ilmu demi kemajuan sektor kesehatan di Indonesia,” pungkas Dyah yang juga Duta Hukum HAM Jawa Barat ini.

(ori)