LANGIT7.ID-, Jakarta- -
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato kenegaraannya dalam Sidang Tahunan MPR 2023 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8/2023). Saat membacakan pidato resmi ini, Jokowi mengenakan pakaian adat Tanimbar dari Maluku
Dalam pidatonya, Presiden mengungkapkan sejumlah topik, mulai foto dirinya yang dipasangkan dengan calon presiden (capres) hingga dirinya kerap diejek sebagai seorang yang bodoh.
Jokowi menyadari dirinya kerap disebut dengan kata-kata yang tidak pantas. Awalnya, dia menyinggung efek media sosial membuat apa pun bisa disampaikan kepada Presiden.
"Mulai dari masalah rakyat di pinggiran sampai kemarahan sampai ejekan, bahkan makian dan fitnah bisa disampaikan dengan mudah dengan medsos," ujar Jokowi.
Baca juga:
Dikukuhkan Presiden, 76 Anggota Paskibraka Siap Kibarkan Merah PutihKendati dirinya kerap diejek, namun Jokowi tidak mempermasalahkan. "Saya tahu ada yang mengatakan saya ini bodoh, planga-plongo, tidak tahu apa-apa, Firaun, tolol, ya ndak apa-apa. Sebagai pribadi, saya menerima saja," katanya disambut tepuk tangan.
Dalam pidatonya, Jokowi juga menyinggung penggilan dirinya sebagai Pak Lurah. Mantan Gubernur DKI jakarta ini menegaskan dirinya presiden, bukan 'Pak Lurah' sebagaimana sindirian yang mengarah dirinya.
Masih dalam pidatonya, Jokowi menyampaikan mengenai tanggung jawab menjadi seorang Presiden. Menurutnya, menjadi seorang Presiden tidak mudah seperti yang dibayangkan. "Posisi Presiden itu tidak senyaman yang dipersepsikan. Ada tanggung jawab besar yang harus diemban, banyak permasalahan rakyat yang harus diselesaikan," katanya.
Hilirisasi juga menjadi salah satu point yang dibawakan dalam pidatonya. Menurutnya, perkembangan ini terjadi setelah pemerintah menyetop ekspor nikel ore sejak 2020. Penyetopan ekspor ini disebut berdampak terhadap penumbuhan investasi hilirisasi dengan adanya 43 pabrik pengolahan nikel.
Jokowi menyebut kehadiran 43 pabrik pengolahan nikel ini akan membuka peluang lapangan kerja sangat besar. "Ini baru satu komoditas," kata Jokowi.
Jokowi juga mengingatkan dampak positif apabila Indonesia secara konsisten melakukan hilirisasi komoditas lainnya seperti tembaga, bauksit, crude palm oil (CPO), hingga rumput laut.
Jika hilirsasi terhadap komiditas tersebut dijalankan secara konsisten, kata Jokowi, dalam 10 tahun mendatang diperkirakan pendapatan per kapita masyarakat Indonesia bisa mencapai Rp 153 juta atau 10.900 dollar Amerika Serikat.
Selain itu, dalam 15 tahun ke depan, pendapatan per kapita penduduk Indonesia dapat menembus Rp 217 juta atau 15.800 dollar Amerika Serikat. Sedangkan dalam 22 tahun ke depan, pendapatan per kapita penduduk Indonesia ditargetkan akan mencapai Rp 331 juta atau 25.000 dollar Amerika Serikat.
"Sebagai perbandingan, tahun 2022 kemarin, kita berada di angka Rp 71 juta. Artinya dalam 10 tahun lompatanya bisa dua kali lipat lebih," ujar Jokowi.
Menurutnya, pemerintah telah merancang fondasi untuk menggapai target tersebut. Mulai dari pembangunan infrastruktur hingga konektivitas yang diklaim akan menaikkan daya saing masyarakat.

(ori)