LANGIT7.ID-, Jakarta- - Kenaikan kasus siswa putus sekolah menjadi sorotan di moment Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Republik Indonesia (RI) pada 17 Agustus 2023. Kenaikan siswa putus sekolah membuat hakikat kemerdekaan belum sepenuhnya dinikmati oleh seluruh bangsa Indonesia
“Misalnya masih banyak anak bangsa yang hidupnya kurang beruntung. Data tren angka putus sekolah di Indonesia kembali meningkat tahun ajaran 2022/2023,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) MUI, Buya Amirsyah Tambunan, Kamis (17/8/2023).
Buya Amirsyah mengungkapkan, data dari Kemendikbud mencatat sepanjang tahun ajaran 2022/2023 jumlah siswa putus sekolah tingkat SD mencapai 40.623 orang, tingkat SMP 13.716 orang, tingkat SMA 10.091 orang dan SMK 12.404 orang.
Baca juga:
KH Anwar Iskandar: Ulama Berperan Besar Kuatkan Persatuan BangsaSekjen MUI sangat menyayangkan terjadinya kenaikan angka kasus putus sekolah di Indonesia tersebut. Padahal menurutnya, cita-cita kemerdekaan di antaranya untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Oleh sebab itu diperlukan semangat untuk berjuang memberantas kebodohan,” sambungnya.
Buya Amirsyah menyebut bahwa pendidikan merupakan kunci utama untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Oleh karena itu, Buya Amirsyah mendorong agar pemerintah memprioritaskan pendidikan untuk memajukan Indonesia yang merdeka dan berdaulat.
Buya Amirsyah menjelaskan, bila pendidikan di Indonesia semakin tinggi dan merata, maka kesejahteraan rakyat akan semakin meningkat.
“Sebaliknya kesenjangan hasil pendidikan akan mempengaruhi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

(ori)