Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 25 Mei 2026
home global news detail berita

Fenomena Blue Moon dan Supermoon, Ini Penjelasan Lembaga Falakiyah PBNU

tim langit 7 Senin, 28 Agustus 2023 - 09:00 WIB
Fenomena Blue Moon dan Supermoon, Ini Penjelasan Lembaga Falakiyah PBNU
ilustrasi
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Fenomena langit yang disebut blue moon akan terjadi pada akhir Agustus 2023 ini. Blue moon, bukan berarti bulan berubah menjadi warna biru. Blue moon adalah istilah tidak baku untuk purnama kedua dalam satu bulan Masehi

"Blue moon merupakan istilah milenial bagi dua peristiwa bulan purnama yang terjadi berturut-turut dalam satu bulan Miladiyah (Masehi) yang sama," kata Wakil Sekretaris Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) Ma'rufin Sudibyo dikuti[ dari NU Online, Ahad (27/8/2023).

Hal tersebut memungkinkan terjadi, mengingat bulan purnama terjadi dalam setiap 29,5 hari sekali (rata-rata). Sementara satu bulan Miladiyah bisa berumur 30 atau 31 hari (kecuali Februari).

"Maka bilamana suatu bulan purnama terjadi di awal Miladiyah (mislanya pada tanggal 1 atau 2), maka Bulan purnama berikutnya akan terjadi di akhir bulan Miladiyah tersebut (tanggal 30 atau 31)," ujarnya.

Baca juga:Pemerintah Lempar Wacana Larangan Haji Lebih dari Sekali

"Bulan purnama terakhir dari bulan purnama ganda inilah yang disebut blue moon," imbuh Ma'rufin.

Dalam data falakiyah dari Lembaga Falakiyah PBNU berdasarkan produk penyerasian metode falak 2022 silam, maka bulan purnama untuk Safar 1445 H terjadi pada Kamis 14 Safar yang bertepatan dengan 31 Agustus 2023 M pukul 09:37 WIB.

Sementara bulan di titik perigee diperhitungkan akan terjadi pada malam Kamis, 14 Safar 1445 H pukul 22:52 WIB (30 Agustus 2023 M) saat bulan berjarak hanya 357.000 km dari bumi.

"Terjadi 11,5 jam lebih awal dari purnamanya. Sehingga bulan purnama Safar 1445 berkualifikasi sebagai Bulan purnama perigean (supermoon).

Disebut supermoon karena jaraknya yang dekat dengan bumi sehingga bulan tampak lebih besar dari biasanya. "Supermoon juga merupakan istilah milenial, diperuntukkan bagi bulan purnama yang terjadi hampir bersamaan dengan jarak terdekat bulan ke bumi (perige)," katanya.

Ma'rufin menjelaskan bahwa bulan mengelilingi bumi dalam orbitnya yang lonjong (bujur telur) dengan nilai kelonjongan sebesar 1/18 atau empat kali relatif lebih lonjong dibanding orbit bumi (dalam mengelilingi matahari). Maka Dalam orbit bulan pun terdapat titik terdekat ke bumi (titik perigee) dan titik terjauh ke bumi (titik apogee).

"Bilamana bulan sedang menempati titik terdekat ke bumi pada saat bulan purnama, maka terjadilah fenomena bulan purnama perigean. Atau dikenal juga sebagai supermoon," pungkasnya.



(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 25 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)