LANGIT7.ID-, Jakarta- - Ada sejumlah makanan dan minuman yang disebut dalam Al-Qur'an, salah satunya buah delima. Buah yang bercita rasa manis asam segar ini disinggung tiga kali di Al-Qur'an, yaitu dalam surat Al-Anaam ayat 99 dan 141 serta Ar-Rahman ayat 68-69.
Bahkan, dalam surat Ar-Rahman ayat 68-69 menyebutkan delima sebagai salah satu buah-buahan yang ada di surga.
Delima juga disebutkan dalam hadits. Anas bin Malik (Radhiyallahu anhu) meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad (SAW) bersabda, “Tidak ada buah delima yang tidak memiliki satu biji pun dari salah satu buah delima Taman (Jannah) di dalamnya.” (Abu Nu'aim).
Rasulullah (SAW) juga bersabda, “Delima dan kulitnya memperkuat pencernaan (perut).” (diriwayatkan Ali(radhiyallahu anhu), Abu Nuaim, Al-Jozi).
Penyebutan delima dalam Al-Qur'an dan haidts menggambarkannya sebagai buah yang kaya manfaat. Di antara khasiat dari delima ini baik untuk kesehatan juga kecantikan.
Dalam salah satu studi ilmiah, para ilmuwan menemukan bahwa molekul dalam buah delima, yang diubah oleh mikroba di usus, memungkinkan sel otot melindungi diri dari salah satu penyebab utama penuaan.
“Ini adalah satu-satunya molekul yang diketahui dapat meluncurkan kembali proses pembersihan mitokondria, atau dikenal sebagai mitofag,” kata Patrick Aebischer, salah satu penulis studi tersebut.
“Ini adalah bahan yang sepenuhnya alami, dan efeknya sangat kuat serta terukur.”
Temuan tersebut sejalan dengan manfaat delima yang diteliti oleh Washington University School of Medicine, seperti dikutip dari buku "7 Buah-buahan Istimewa dalam Al-Qur'an dan Manfaatnya bagi Kesehatan Manusia" (Hamid Sakti Wibowo.
Studi itu menyebutkan delima dikenal sebagai buah yang mempunyai kolagei yang tinggi dan elastin yang berfungsi mengencangkan kulit juga garis-garis halus serta kerutan. Ketika serat kolagen dan elastin rusak, lama kelamaan kulit menjadi keriput.

(ori)