LANGIT7.ID - Arab Saudi merupakan salah satu tujuan bagi para pencari beasiswa. Apalagi jika kuliah di sana gratis dan bisa Sekaligus haji dan umroh berulang kali. Banyak tawaran yang diberikan oleh berbagai Universitas di Arab Saudi atau dari kedutaan Arab Saudi di Indonesia. Dan beasiswa tersebut tidak hanya untuk kuliah agama Islam saja, tapi juga sains dan teknologi yang sedang berkembang pesat di Arab Saudi.
Arab Saudi adalah wilayah semenanjung Arab yang dikuasai oleh Bani Saud. WIlayahnya didominasi oleh gurun pasir. Uniknya di wilayah selatannya, terdapat daerah yang iklimnya mirip di Indonesia yang sepanjang tahun mendapatkan curah hujan tinggi dan didominasi pegunungan.
Cuaca di negara gurun ini bisa mencapai 50 derajat celcius, dan apabila musim dingin bisa mencapai 0 derajat celcius. Bahkan, ada beberapa tempat di utara di musim dingin bisa mendapatkan salju. Dan tiap pergantian musim dicirikan dengan adanya badai gurun.
Jurusan Unggulan di Arab SaudiMenurut Arya Pradipta mahasiswa S3 di King Fahd University of Petroleum and Minerals (KFUPM), di Arab Saudi untuk bidang unggulan yang diajarkan secara garis besar terdiri dari dua bidang yakni ilmu agama dan ilmu umum.
“Ilmu agama untuk bahasa pengantar menggunakan Bahasa Arab sedangkan ilmu umum menggunakan Bahasa inggris,” katanya dalam webinar KAMMI Scholarship Festival di channel Youtube Jayanesia 2045.
Kampus UnggulanArya menuturkan, kampus unggulan di Arab Saudi untuk kuliah ilmu agama adalah King Saud University, Universitas Islam Madinah, King Abdul Aziz University, Qassim University hingga Imam Mohammad Ibn Saud Islamic University yang membuka cabang di Indonesia dengan nama Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA).
Sedangkan untuk kuliah ilmu umum terlebih Sains dan Teknologi ada di King Abdul Aziz University, King Abdullah University of Science and Technology (KAUST), King Saud University, dan King Fahd University of Petroleum and Minerals. King Abdul Aziz University (KAUST) adalah univeristas yang berdiri pada tahun 2009. Menurut Arya, kampus ini khususkan untuk penelitian dan antar mahasiswa-mahasiswi bercampur.
Secara garis besar ada tiga program yang terdapat di KAUST, yaitu
Biological and Environmental Science and Engineering Division (BESE) untuk kuliah biologi da teknik lingkungan, Computer Electrical and Mathematical Science and Engineering Division (CEMSE) untuk kuliah Teknik Komputer dan Pemrograman dan Physical Science and Engineering (PSE) untuk kuliah teknik fisika.
Arya menambahkan bahwa, KAUST memberikan beasiswa paling besar di antara kampus lain di Arab Saudi. “Mungkin yang terbesar di dunia,” katanya.
Selain itu, ada King Fahd University of Petroleum and Minerals (KFUPM) yang berdiri sejak tahun 1965 dan merupakan salah satu universitas tertua di Arab Saudi.
KFUPM mempunyai lima program kuliah yaitu
College of Engineering and Applied Engineering untuk kuliah teknik terapan,
College of computer sciences and Engineering untuk kuliah teknik komputer, College of Sciences untuk kuliah sains murni,
College of Environmental Design untuk kuliah desain hingga arsitektur lingkungan dan KFUPM Business School and
College of Petroleum & Geosciences untuk belajar bisnis, perminyakan dan pertambangan.
Menurut Arya, KFUPM mempunyai tiga fasilitas riset, yang paling diunggulkan adalah
Center For Environmental & Water.
Untuk
Center For Environmental & Water membawahi Ce
nter For Engineering Research, Center of Research Excellence in Nanotechnology, dan
Center of Research Excellence in Renewable Energy.Fasilitas riset kedua adalah DTV Dhahran Techno Valley (DTV). DTV merupakan sebuah ini semacam relasi antara dunia kampus dan industri. Menurut Arya, tim DTV berasal dari tim riset perusahaan dan kampus sendiri.
“Uniknya, lokasi DTV berada di dalam kampus,” katanya.
Selain itu, ada fasilitas berupa Entrepreneur Institute yang merupakan fasilitas riset yang baru diluncurkan pada tahun 2019, sebagai tempat inkubator pengusaha Saudi.
College of Petroleum & Geosciences (CPG)Arya menggambarkan CPG sebagai kampus di dalam kampus, karena mempunyai fasilitas dan kebijakan, dana riset sendiri dan diperbolehkan merekrut mahasiswa.
Terdapat dua departemen di CPG, yaitu G
eosciences Department untuk belajar geologi, geofisika dan ilmu kebumian dan lingkungan dan Pe
troleum Departement untuk belajar teknik perminyakan.
Beasiswa yang Tersedia di Arab SaudiBeasiswa yang tersedia di Arab Saudi secara garis besar ada tiga, yaitu beasiswa berasal dari kerajaan Arab Saudi, kementerian dan kampus itu sendiri, seperti beasiswa KAUST, beasiswa CPG, dan beasiswa KFUPM.
Fasilitas beasiswa yang diberikan oleh kampus di Arab Saudi sangat lengkap terdiri dari biaya pendidikan, asrama,listrik, internet, dan uang saku.
Jika ingin tambahan beasiswa, Arya memberikan saran untuk mengambil DSR (
Dean Scientific Research),
Part Time RI (Research Institute) dan
Part Time Department.
“Oh ya, riset di luar kampus dilarang. Apalagi part time. Sebaiknya, jika ingin tambahan bisa mendaftar di DSR dan part time departemen,” katanya.
Dokumen yang perlu dipersiapkan Adapun dokumen yang perlu dipersiapkan untuk mendapatkan beasiswa di Arab Saudi adalah, paspor, ijazah dan transkrip nilai, esai, surat rekomendasi dari profesor atau dosen di Indonesia, nilai TOEFL/IELTS.
Kehidupan Kampus dan Biaya Hidup di Arab SaudiMenurut Arya, kehidupan kampus sangat baik dan fasilitas kampus sangat lengkap. Terdapat asrama mahasiswa, perumahan dosen dan peneliti, mall kampus, lapangan olahraga, gym, Kklinik 24 jam, restoran bahkan pantai.
Biaya hidup selama di Arab Saudi menurut Arya lumayan cukup mahal. Bagi yang hidup sendiri bisa menghabiskan rata-rata 300 – 800 Riyal atau bila dirupiahkan mencapai tiga juta rupiah.
Sedangkan bila sudah berkeluarga bisa menghabiskan 1500-3000 Riyal per bulan, atau bila dirupiahkan bisa mencapai 12 juta rupiah.
Arya memberitahu bahwa semua biaya hidup ditanggung kampus, kecuali untuk pendidikan anak.
“Tapi bagi mereka yang anaknya belajar di sekolah milik pemerintah, maka digratiskan,” katanya
Kehidupan MuslimMenurut Arya, jika sudah di sana kita bisa umroh kapanpun dan diperbolehkan untuk haji tiap lima tahun sekali.
“Seperti di Indonesia disini, banyak makanan halal, masjid dan Islamic Center. Jadi jangan takut bila masih ingin menambah ilmu agama diluar perkuliahan, masih sangat bisa di sini,” katanya.
Sedangkan organisasi yang bisa diikuti selama kuliah di kampus ada Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI), forum kajian tiap kota seperti Forum Majlis Ta'lim Riyadh.
(jqf)