Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home global news detail berita

Pakar: Bumil dan Busui Hati-Hati, Lakukan Ini Bila Terpapar Covid-19

Muhajirin Jum'at, 09 Juli 2021 - 13:30 WIB
Pakar: Bumil dan  Busui Hati-Hati, Lakukan Ini Bila Terpapar Covid-19
Ibu Hamil. Foto: Langit7.id/Istock
LANGIT7.ID, Jakarta - Ibu hamil (bumil) dan Ibu menyusui (busui) memiliki risiko besar terpapar Covid-19, demikian menurut dr Supriyatiningsih dari Majelis Kesehatan PP Aisyiyah. Risiko lebih berat lantaran bumil rentan jatuh dalam kondisi gagal nafas.

Dokter spesiali obgyn itu menjelaskan, dampak ibu hamil yang terpapar Covid-19 memiliki risiko pada janin. Risiko itu di antaranya kematian pada janin dan persalinan premature menjadi lebih besar.

Hal itu akan menjadi beban ganda, karena bayi yang lahir premature akan menganggu penanganan stunting yang saat ini ingin dipercepat.

Janin yang tertular Covid-19 dari ibu, ungkapnya, biasa terjadi karena ada transmisi darah secara langsung dari ibu ke janin. Meski demikian, sampai saat ini tidak banyak data konkrit yang menunjukkan cara penularan dari ibu ke janin. Jadi, belum tentu bumil yang terpapar virus Covid-19 akan menularkan kepada bayinya

Tidak cuma bumil, ibu menyusui juga memiliki risiko serupa. Ibu menyusui kerap tidak menyadari jika dirinya terpapar Covid-19.

Ketidaktahuan iru membuat ibu menyusui lalai, tidak memakai prokes saat menyusui anak. Itu menyebabkan virus mudah tertular ke anaknya.

“Tapi juga kalau dia mengetahui kemudian dipisahkan, karena wajib isoman, ini pula yang menyebabkan leg dalam pengasuhan. Karena muncul kebingungan bagaimana caranya memberi ASI ketika harus berpisah akibat isoman,” kata dr Supriyatiningsih, dilansir dari laman resmi Muhammadiyah, Jumat (9/7/2021).

dr Supriyatningsih menyarankan beberapa solusi untuk ibu hamil dan ibu menyusui. Pertama, harus ada edukasi yang benar terkait cara mengasuh tanpa melakukan kontak langsung. Namun, namun jika anak masih memerlukan ASI, ibu wajib menerapkan prokes ketat.

"Akan tetapi jika khawatir tetap bisa menularkan virus, ibu yang menyusui baiknya memerah ASI nya untuk menghindari kontak langsung dengan anak," ucap Supriyatningsih.

(arp)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)