LANGIT7.ID-, Jakarta- - Psikolog Anak, Remaja, dan Dewasa, Neliana Puspitasari menjelaskan self diagnosa atau mendiagnosis diri sendiri menjadi fenomena yang terjadi di kalangan generasi muda saat ini.
Self diagnosis sendiri merupakan kondisi di mana melabeli diri sendiri berdasarkan informasi yang diterima tanpa keterlibatan pakar dan ahli.
Menurut Neli, ada dua sisi, positif dan negatif dari kebiasaan mendiagnosa diri sendiri.
"Di sisi positif membuat orang lebih aware dengan dirinya sendiri. Merasa dirinya bermasalah. Namun di sisi negatif akan menimbulkan kecemasan yang berlebihan," jelas Neli dalam diskusi daring "Hari Kesehatan Mental Sedunia", Selasa (10/10/2023).
Agar tidak salah, Neli memperingatkan, untuk berhati-hati dalam mencari informasi, terlebih melalui internet. Dibanding melakukan self diagnosis, Neli menyarankan untuk bercerita pada orang yang nyaman.
"Kemudian kalau perlu tindak lanjut, bisa mendatangi profesional untuk berkonsultasi," lanjutnya.
Bila dikaitkan dengan kesehatan mental, self diagnosis menimbulkan risiko kesehatan yang dapat menyebabkan kecemasan berlebihan.
Psikolog Universitas Islam Riau (UIR), Nindy Amita mengatakan, self diagnosa yang terus menerus dilakukan tanpa pernah berkonsultasi pada profesional akan berpengaruh pada gangguan kesehatan mental orang tersebut.
“Peningkatan pikiran yang semakin negatif dan berlebihan dapat memicu terjadinya kecemasan pada diri, berpengaruh juga pada perilaku sehari-hari bahkan ditakutkan terjadi upaya menyakiti diri sendiri atau self-harm,” ungkap Nindy, seperti diberitakan laman UIR.
Nindy pun membagikan beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi self diagnosis. Salah satunya dengan mengupayakan untuk mengenali diri sendiri, dimulai dari mengenali kelebihan dan kelemahan diri.
"Saat merasa diri sedang tidak baik-baik saja, coba kenali apa saja yang memicu kondisi tersebut. Jika sedang memiliki masalah, carilah bantuan orang terdekat untuk bercerita, setidaknya mampu membuat diri menjadi lebih lega karena didengarkan," lanjutnya.
Namun, apabila kecemasan atau ketakutan terhadap prasangka yang berlebihan tidak dapat dikontrol, Nindy menyarankan untuk berkonsultasi dengan profesional seperti psikolog.
(ori)